Jumat, 22 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Makin Agresif, Blokade Selat Hormuz Diperluas hingga Perairan UEA

Iran perluas pengawasan Selat Hormuz hingga dekat perairan UEA. AS dan negara Teluk siaga, Pakistan turun tangan cegah konflik meluas.

Tayang:

Menurut Gargash, ambisi Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz maupun memperluas pengaruh maritimnya hingga menyentuh wilayah UEA hanyalah khayalan yang tidak akan diakui dunia internasional.

Pernyataan tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan politik antara Iran dan negara-negara Teluk, terutama ketika kawasan Timur Tengah kembali berada dalam situasi tidak stabil akibat konflik regional dan rivalitas geopolitik yang terus berkembang.

Sebelumnya, Iran melalui lembaga baru bernama “Otoritas Selat Teluk Persia” mengklaim memiliki pengawasan militer terhadap wilayah laut seluas lebih dari 22.000 kilometer persegi di sekitar Selat Hormuz.

Teheran bahkan menyatakan, seluruh kapal yang melintas di jalur strategis tersebut harus melakukan koordinasi dan memperoleh otorisasi dari otoritas Iran.

Klaim tersebut langsung mendapat penolakan dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk. Washington menilai langkah Iran bertentangan dengan prinsip kebebasan navigasi internasional yang selama ini berlaku di jalur perdagangan global.

Pemerintah AS bahkan telah menginstruksikan kapal-kapal komersial dan armada internasional untuk tidak mematuhi aturan pelayaran yang dikeluarkan Iran di Selat Hormuz.

Berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), seluruh kapal memiliki hak melintas secara aman di perairan internasional, termasuk di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Namun Iran diketahui belum meratifikasi konvensi tersebut, sehingga pemerintah Teheran tetap menggunakan interpretasi hukum dan keamanan versinya sendiri terkait pengawasan kawasan laut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) mengungkapkan sejak blokade terhadap pelabuhan Iran diberlakukan pada 13 April lalu, pasukan AS telah mengalihkan sedikitnya 94 kapal komersial dan menonaktifkan empat kapal lainnya.

Langkah tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan Washington terhadap aktivitas maritim Iran, khususnya yang berkaitan dengan distribusi minyak dan jalur logistik internasional.

Situasi ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi titik panas dunia. Jalur laut yang menjadi nadi distribusi energi global itu kini berada dalam bayang-bayang konflik militer, perang pengaruh, dan persaingan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, serta negara-negara Teluk.

Jika eskalasi terus meningkat, ketegangan di kawasan tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi stabilitas perdagangan internasional dan harga energi dunia.

Pakistan Mulai Turun Tangan

Mengantisipasi hal tersebut terjadi, Pakistan mulai mengambil langkah diplomatik dalam meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Panglima Militer Pakistan, Asim Munir, dilaporkan akan melakukan kunjungan resmi ke Teheran untuk membantu proses mediasi antara kedua negara yang tengah berada di ambang eskalasi konflik.

Langkah Pakistan tersebut dinilai penting karena Islamabad memiliki hubungan strategis dengan Iran maupun Amerika Serikat.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved