Sabtu, 23 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Gegara Perang Lawan Iran, AS Stop Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan

Perang lawan Iran bikin AS tahan penjualan senjata Rp247 triliun ke Taiwan. Washington kini fokus jaga stok rudal dan pertahanan sendiri.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • AS menunda penjualan senjata senilai Rp247 triliun ke Taiwan demi memastikan stok rudal dan amunisi tetap cukup setelah perang melawan Iran menguras persediaan militer.
  • Militer AS dilaporkan menghabiskan ribuan rudal, termasuk Tomahawk dan Patriot, untuk membantu Israel menghadapi serangan Iran.
  • Donald Trump menyebut keputusan penjualan senjata Taiwan belum final dan mengaku telah membahasnya dengan Xi Jinping. Taiwan khawatir penundaan ini melemahkan pertahanan menghadapi tekanan militer China.

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Amerika Serikat sepakat menunda penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp 247 triliun kepada Taiwan di tengah meningkatnya tekanan militer akibat konflik dengan Iran.

Penundaan itu diumumkan pemerintah AS dalam sidang Subkomite Pertahanan Komite Anggaran Senat di Washington, DC, Jumat (22/5/2026).

Dalam keterangan resminya, Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, mengatakan pemerintah saat ini sedang memastikan persediaan amunisi Amerika tetap cukup untuk kebutuhan operasi militer yang sedang berlangsung.

Oleh sebab itu, Pemerintah AS memilih memprioritaskan penguatan cadangan persenjataan untuk kebutuhan pertahanan sendiri dibandingkan dengan melanjutkan distribusi senjata ke luar negeri.

Menurut Hung Cao, pemerintah ingin memastikan bahwa persediaan rudal dan sistem pertahanan tetap cukup apabila konflik dengan Iran kembali meningkat sewaktu-waktu.

“Saat ini kami sedang melakukan jeda untuk memastikan kami memiliki amunisi yang dibutuhkan dan memiliki persediaan yang cukup,” ujar Cao dalam sidang Komite Anggaran Senat di Washington, mengutip dari Anadolu.

Meski demikian, Cao menegaskan bahwa penjualan militer ke luar negeri akan kembali dilanjutkan apabila pemerintah menilai situasinya sudah memungkinkan.

Stok Rudal AS Dilaporkan Menipis

Penundaan penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan terjadi setelah militer AS diisukan telah kehabisan ribuan rudal dalam operasi perang melawan Iran sejak akhir Februari lalu.

Sejumlah laporan media Amerika menyebut Washington telah menggunakan hampir setengah stok rudal jelajah jarak jauhnya selama konflik berlangsung di Timur Tengah.

Baca juga: AS Boncos! 200 Rudal THAAD Ludes Demi Lindungi Israel dari Serangan Iran

Persediaan rudal Tomahawk, Patriot, hingga berbagai sistem pencegat canggih disebut banyak digunakan untuk membantu melindungi Israel dari gelombang serangan rudal Iran.

Tingginya intensitas penggunaan amunisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan cadangan persenjataan Amerika Serikat apabila konflik kembali meluas.

Situasi itu semakin rumit karena perang modern berbasis rudal membutuhkan sistem pertahanan berteknologi tinggi yang tidak mudah diproduksi ulang dalam waktu singkat.

Sebagian besar rudal pertahanan modern memerlukan komponen khusus, biaya produksi besar, dan proses manufaktur yang panjang sebelum siap digunakan kembali di medan tempur.

Akibatnya, penggantian stok amunisi tidak dapat dilakukan secara cepat ketika perang berlangsung dengan intensitas tinggi seperti konflik Iran dan Israel.

Kondisi tersebut membuat Pentagon mulai mengambil langkah lebih hati-hati dalam mengatur distribusi persenjataan strategis, termasuk dengan menunda sementara penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp247 triliun ke Taiwan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved