Sabtu, 23 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Bangkit, 80 Persen Kekuatan Militer Pulih setelah Digempur AS-Israel

Iran disebut berhasil pulihkan 80 persen kekuatan militernya pascagempuran AS-Israel. Rusia dan China diduga ikut bantu pemulihan Teheran.

Tayang:

Hal itu tentunya memicu kekhawatiran baru di Washington dan Tel Aviv karena kemampuan Iran dinilai pulih jauh lebih cepat dari perkiraan awal komunitas intelijen Barat.

Rusia dan China Turun Tangan Bantu Iran

Di tengah upaya Iran memulihkan kekuatan militernya pasca serangan Amerika Serikat dan Israel, laporan intelijen AS juga menyoroti adanya dugaan dukungan teknologi serta dukungan logistik dari Rusia selama masa gencatan senjata berlangsung.

Dukungan itu dinilai membantu Iran mempercepat pemulihan fasilitas produksi militer, termasuk sistem drone dan rudal yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan udara.

Selain Rusia, China juga disebut memiliki peran penting dalam rantai pasokan komponen militer Iran.

Dua sumber intelijen AS menyatakan bahwa Beijing diduga tetap memasok sejumlah komponen penting yang digunakan Iran untuk memproduksi rudal dan pesawat tak berawak di tengah konflik yang berlangsung.

Meski sebagian jalur distribusi mulai terganggu akibat blokade dan pengawasan Amerika Serikat, laporan tersebut menyebut pasokan komponen dari China masih terus berjalan dalam beberapa periode konflik terakhir.

Dugaan keterlibatan China sebelumnya juga sempat disampaikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Netanyahu menuding Beijing ikut membantu Iran melalui pengiriman komponen tertentu yang berkaitan dengan pengembangan sistem senjata dan teknologi militer.

Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah pemerintah China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menegaskan bahwa tuduhan negaranya mendukung persenjataan Iran tidak memiliki dasar fakta.

Menurut Guo, China tetap berkomitmen menjaga stabilitas kawasan dan menolak berbagai tuduhan yang dianggap tidak berdasar.

Dukungan teknologi, logistik, dan pasokan komponen militer itu dinilai menjadi alasan mengapa pemulihan kekuatan Iran berlangsung lebih cepat dibanding perkiraan awal Amerika Serikat dan Israel.

Situasi tersebut kini memperbesar kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Selain memperpanjang konflik di Timur Tengah, keterlibatan negara-negara besar seperti Rusia dan China dalam dinamika Iran juga dinilai dapat memperumit hubungan internasional dan memperbesar rivalitas global antara blok Barat dan Timur.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved