Senin, 25 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Belum Usai! Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Masih Sulit Tercapai

Iran akui negosiasi dengan AS mulai maju, tapi perdamaian masih jauh. Selat Hormuz dan sanksi jadi taruhan besar Timur Tengah.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Iran akui negosiasi dengan AS mengalami kemajuan tapi kesepakatan damai belum dekat, banyak isu utama sudah menemukan titik temu.
  • Pembahasan negosiasi mencakup penghentian konflik kawasan, keamanan Selat Hormuz, dan pencabutan blokade pelabuhan Iran. Namun isu program nuklir Iran sengaja belum dibahas pada tahap awal perundingan.
  • Donald Trump disebut ingin memastikan kesepakatan benar-benar menguntungkan AS dan menjaga stabilitas Timur Tengah sebelum sanksi terhadap Iran dilonggarkan.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mengungkap adanya perkembangan penting dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang memanas sejak akhir Februari lalu.

Meski demikian, Teheran menegaskan kesepakatan final antara kedua negara belum akan tercapai dalam waktu dekat.

Hal itu diungkap langsung oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, yang mengatakan Iran dan Amerika Serikat telah mencapai kesepahaman dalam banyak isu utama yang dibahas dalam proses negosiasi.

“Memang benar bahwa kita telah mencapai kesimpulan mengenai sebagian besar isu yang dibahas,” ujar Baqaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, mengutip dari SBS News.

Namun, ia menegaskan, perkembangan tersebut tidak berarti penandatanganan perjanjian sudah dekat. Menurutnya, masih ada sejumlah perbedaan yang harus diselesaikan sebelum kedua pihak mencapai kesepakatan resmi.

“Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa perjanjian akan segera ditandatangani,” katanya sambil menuding Washington masih menunjukkan sikap yang berubah-ubah dalam proses negosiasi.

Iran dan AS Bahas Kerangka Kerja 14 Poin

Pernyataan Iran tersebut muncul setelah pemerintah Teheran mengonfirmasi pembicaraan saat ini difokuskan pada penyusunan kerangka kerja 14 poin untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat yang pecah pada 28 Februari lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pembahasan antara Teheran dan Washington kini memasuki tahap penting dengan fokus utama menghentikan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Baqaei, kerangka kerja yang sedang disusun tidak hanya membahas konflik antara Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga mencakup situasi keamanan regional.

Baca juga: AS-Iran Semakin Dekat Akhiri Perang, tapi Ada Poin-poin Penting Jadi Kendala, Termasuk Selat Hormuz

Termasuk pengaturan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting dunia yang selama ini berada di bawah kontrol Iran sejak konflik pecah.

Iran menegaskan, penghentian blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran menjadi syarat penting dalam kesepakatan.

Sebagai imbalannya, Teheran menyatakan siap mengambil langkah untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk transit yang aman di Selat Hormuz,” kata Baqaei.

Selama konflik berlangsung, Iran hanya mengizinkan sejumlah kapal melintasi selat tersebut dengan persetujuan angkatan bersenjata Iran. Situasi itu sempat memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia.

Iran juga membantah tuduhan mereka memungut tol dari kapal asing yang melintas. Pemerintah Iran menyebut biaya yang dikenakan hanya untuk layanan navigasi dan perlindungan lingkungan di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved