Iran Vs Amerika Memanas
Putin Ultimatum! Warga Asing Diminta Tinggalkan Ukraina sebelum Kyiv Dihujani Rudal dan Drone
Putin ultimatum warga asing tinggalkan Kyiv! Rusia siap lancarkan serangan besar dengan rudal dan drone usai konflik Ukraina memanas.
Sepanjang malam antara Sabtu hingga Minggu, pasukan Rusia menghujani wilayah Kyiv dengan sekitar 90 rudal dan lebih dari 600 drone tempur.
Serangan besar-besaran itu disebut menjadi salah satu gempuran paling berat yang pernah dialami ibu kota Ukraina selama konflik berlangsung. Ledakan terdengar di sejumlah wilayah Kyiv dan menyebabkan kerusakan pada kawasan permukiman serta infrastruktur kota.
Pemerintah Ukraina melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan 87 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Hingga kini, tim penyelamat masih melakukan operasi pencarian di beberapa bangunan yang rusak akibat hantaman rudal dan drone Rusia.
Eskalasi terbaru ini semakin meningkatkan kekhawatiran internasional bahwa perang Rusia-Ukraina dapat memasuki fase yang lebih berbahaya, terutama setelah kedua negara saling melontarkan tuduhan dan memperbesar intensitas serangan militer.
Situasi Perang Kian Memanas
Sejumlah pengamat menilai jika eskalasi terus terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan Ukraina, tetapi juga dapat mempengaruhi stabilitas keamanan Eropa dan hubungan geopolitik global.
Selain ancaman militer, situasi ini juga memperburuk krisis kemanusiaan di Ukraina. Ribuan warga dilaporkan kembali mencari tempat perlindungan setelah serangan udara Rusia meningkat.
Infrastruktur sipil seperti permukiman, fasilitas umum, hingga layanan penting di beberapa wilayah Kyiv juga mengalami kerusakan akibat serangan rudal dan drone.
Negara-negara Barat yang selama ini mendukung Ukraina pun terus memantau perkembangan situasi dengan serius.
Ketegangan antara Rusia dan negara-negara anggota NATO diperkirakan semakin meningkat apabila serangan berskala besar kembali terjadi dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, kondisi keamanan di Kyiv masih berada dalam status siaga tinggi. Sirene peringatan udara terus disiagakan, sementara aparat keamanan dan tim penyelamat tetap bersiaga menghadapi kemungkinan serangan lanjutan dari Rusia.
(Tribunnews.com / Namira)