Heboh Eks Agen CIA Curi 300 Batang Emas, Ternyata Tipu AS selama 20 Tahun
Selain dituduh mencuri 300 batang emas, Rush ternyata juga memalsukan ijazahnya guna bekerja di CIA selama hampir 20 tahun.
Ringkasan Berita:
- Mantan agen senior CIA, David Rush, didakwa atas pencurian aset negara setelah terbukti menggelapkan 300 batang emas dan menyimpannya di kediaman pribadinya
- Skandal pencurian ini kian membesar ketika penyelidikan gabungan antara FBI dan CIA mengungkap bahwa Rush telah mengelabui CIA selama hampir dua dekade.
- Rush ternyata bisa menembus ketatnya sistem pemeriksaan keamanan pemerintah AS sejak tahun 2009 dengan bermodalkan ijazah universitas palsu dan lisensi pilot bodong
TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat AS tengah dihebohkan dengan kasus seorang eks agen senior CIA yang memiliki akses rahasia tingkat tinggi dituduh menyembunyikan emas batangan senilai ratusan miliar rupiah secara diam-diam di rumahnya.
Kepada penyidik, ia berdalih emas tersebut disiapkan untuk "keperluan operasional dinas".
Adapun sosok yang menjadi sorotan tersebut adalah David Rush yang pernah memegang posisi manajerial di badan intelijen AS tersebut.
Melansir dari NBC News, Rush kini didakwa atas pencurian uang negara.
Dakwaan ini diajukan pekan lalu di Pengadilan Distrik Timur Virginia.
Sejauh ini, pihak pengacara Rush belum memberikan tanggapan terkait kasus kliennya.
FBI Ikut Turun Tangan
Selain dituduh mencuri, Rush ternyata juga memalsukan latar belakangnya dan berhasil mengelabui atasannya selama hampir 20 tahun.
Tak pelak, kasus ini memicu keraguan publik terhadap ketatnya sistem pemeriksaan keamanan pegawai di pemerintahan federal AS.
Menanggapi skandal ini, juru bicara CIA dan FBI merilis pernyataan tertulis bersama.
"Setelah tim internal CIA menemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, Direktur CIA John Ratcliffe langsung menyerahkan temuan ini ke FBI untuk diproses hukum lebih lanjut," tulis pernyataan CIA pada Rabu waktu setempat (27/5/2026)
Baca juga: CIA: Iran Mampu Bertahan Hadapi Blokade Trump selama 3-4 Bulan dan Masih Memiliki 70 Persen Rudal
Sementara itu, FBI mengaku pihaknya kini tengah menjalin kerjasama erat dengan CIA untuk mengusut kasus tersebut.
"FBI saat ini terus berkoordinasi erat dengan rekan-rekan di CIA dan Departemen Kehakiman untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami berkomitmen untuk mengungkap fakta yang ada, menuntut pertanggungjawaban, dan menegakkan keadilan sesuai hukum yang berlaku." ungkap pihak FBI.
Terseret Kasus Ijazah Bodong
Sebagai informasi, pemerintah AS sebenarnya memiliki prosedur rutin untuk memeriksa rekam jejak calon pegawai yang akan menangani informasi rahasia.
Setelah diterima pun, pengawasan seharusnya tetap berjalan lewat pemantauan arus keuangan, riwayat perjalanan, hingga catatan kredit.
Adapun tujuan dari pemeriksaan ini adalah mencegah risiko pegawai diperas atau berkhianat.
Namun, entah bagaimana Rush bisa lolos dari serangkaian pemantauan tersebut.
Ia tercatat pernah tiga kali melamar kerja di pemerintahan.
Pada lamaran pertama, ia mengaku sebagai lulusan Clemson University tahun 2000.
Pada lamaran kedua, ia nekat menambahkan gelar S2 dari Rensselaer Polytechnic Institute.
Barulah pada lamaran ketiga di tahun 2009 ia diterima, bermodal ijazah bodong ditambah klaim sertifikasi uji pesawat dari sekolah pilot Angkatan Laut AS.
Ia bahkan berbohong pernah menjadi pilot militer dan pembimbing tesis di institusi teknologi Angkatan Udara AS.
Tentu saja, semua gelar dan sertifikat itu terbukti palsu.
Hasil investigasi mengungkap bahwa Rush tidak pernah lulus dari kampus-kampus yang ia sebutkan.
Pihak otoritas penerbangan AS (FAA) juga sama sekali tidak punya catatan lisensi pilot atas namanya.
Sita Ratusan Batang Emas hingga Puluhan Rolex
Baca juga: Trump Utus Direktur CIA ke Havana Saat Kuba Kehabisan Minyak
Menurut dokumen pengadilan, antara bulan November hingga Maret lalu, Rush beberapa kali mencairkan dana dinas dalam bentuk mata uang asing dan emas batangan senilai puluhan juta dolar.
Saat digeledah, penyidik awalnya hanya menemukan sebagian kecil dari dana tersebut di ruang penyimpanan dekat kantornya.
Puncaknya, pada 18 Mei lalu, agen federal menggerebek rumah Rush dan menyita sekitar 300 batang emas senilai lebih dari 40 juta dolar AS (sekitar Rp714 miliar).
Tak hanya emas, petugas juga menemukan uang tunai 2 juta dolar AS (Rp35,7 miliar) serta 35 jam tangan mewah yang didominasi merek Rolex.
Dokumen pengadilan memastikan bahwa Rush sengaja membawa pulang dana operasional dinas tersebut ke rumahnya semata-mata untuk memperkaya diri sendiri.
Dua sumber yang mengetahui rekam jejak Rush mengonfirmasi bahwa pria ini memang benar-benar pernah bekerja di CIA.
Salah satu sumber juga menyatakan bahwa sebagian besar aset negara, termasuk uang asing dan emas yang dicuri, kini sudah berhasil disita kembali.
Saat ini, kasus tersebut masih terus didalami oleh FBI, CIA, dan Departemen Kehakiman AS.
Masih belum jelas kapan tepatnya Rush berhenti dari CIA dan bagaimana awal mula kedoknya bisa terbongkar.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lambang-CIA-yang-berada-di-lantai-lobi-uta-LOGO-CIA.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.