Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Trump Dilaporkan Pasang Badan Bela PM Jepang Sanae Takaichi dari Xi Jinping
Trump juga dikabarkan secara khusus menelepon Sanae Takaichi saat berada di pesawat dalam perjalanan pulang dari KTT di China pada 14-15 Mei lalu
Hal ini yang diduga membuat Sanae Takaichi ikut merujuk sosok Trump yang dinilainya telah memberikan dukungan yang sangat luar biasa bagi Jepang dalam pidatonya kala itu.
Tak heran, langkah Trump ini langsung disambut gembira dan dipuji sebagai sebuah "prestasi diplomatik" oleh pemerintahan Jepang.
Menanggapi kedekatan pihak Amerika Serikat dan Jepang tersebut, China pun merespons dengan cerita yang berbeda.
Pada konferensi pers yang digelar pada Senin (25/5/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, membantah keras laporan tersebut.
Menurut Mao Ning, cerita tentang Trump yang membela Takaichi di dalam pertemuan itu sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh pihak China mengenai situasi yang sebenarnya terjadi.
Jalan Terjal Hubungan Jepang dan China
Baca juga: Kasus HAM Cina Terkatung-katung Usai KTT Trump–Xi
Walaupun tensi politik masih terasa kental, Tokyo sebenarnya tetap berusaha mencari celah untuk membuka dialog dengan Beijing.
Salah satu bentuk pendekatan ini ditunjukkan Takaichi saat ia mengirimkan pesan dukacita secara langsung kepada Xi Jinping atas tragedi ledakan gas di sebuah tambang batu bara di Provinsi Shanxi.
Melalui akun media sosial X miliknya, Takaichi juga mengungkapkan rasa sedihnya yang mendalam atas musibah tersebut.
Di samping itu, kedua negara juga sedang mencoba menjajaki komunikasi menjelang KTT pemimpin APEC di Shenzhen pada bulan November mendatang.
Sayangnya, jalan menuju perbaikan hubungan masih sangat terjal.
Pada 22 Mei lalu, Menteri Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa memang sempat berbincang santai dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di sela-sela pertemuan APEC di Suzhou.
Namun, saat pihak Jepang meminta pertemuan bilateral secara resmi, permintaan tersebut belum dipenuhi oleh China.
Kakunya hubungan China dan Jepang ini juga diperkuat dari pernyataan seorang sumber Asahi Shimbun dari pihak pemerintahan Beijing pada Kamis (28/5/2026).
Sumber tersebut menyebutkan bahwa selama Takaichi tidak mencabut pernyataannya soal Taiwan di parlemen, China tidak akan mengubah sikap kerasnya.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sanae-Takaichi-12222222.jpg)