Korea Selatan Diam-Diam Bahas Kapal Selam Nuklir dengan AS, Restu Washington Kini Jadi Penentu
Seoul mulai membahas kapal selam nuklir dengan AS saat tensi Asia Timur memanas dan ancaman Korea Utara meningkat.
Ringkasan Berita:
- Korea Selatan dan Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan tingkat tinggi di Seoul dengan agenda sensitif soal kapal selam bertenaga nuklir.
- Seoul ingin mempercepat pengembangan kapal selam nuklir pertama pada pertengahan 2030-an.
- Restu Washington menjadi faktor utama karena proyek itu terkait teknologi nuklir dan keseimbangan militer Indo-Pasifik.
TRIBUNNEWS.COM - Korea Selatan (Korsel) mulai bergerak lebih jauh dalam ambisinya membangun kapal selam bertenaga nuklir dengan membuka pembicaraan langsung bersama Amerika Serikat di Seoul pekan depan.
Di tengah meningkatnya ancaman Korea Utara (Korut) dan rivalitas militer dengan China, proyek tersebut kini berubah dari sekadar wacana pertahanan menjadi agenda geopolitik utama Asia Timur.
Dilansir Al Mayadeen, Seoul dan Washington akan menggelar pembicaraan keamanan serta ekonomi tingkat tinggi pada 2-3 Juni 2026.
Pertemuan itu mempertemukan pejabat senior bidang pertahanan, luar negeri, energi nuklir, industri strategis, hingga keamanan nasional dari kedua negara.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Allison Hooker, sementara Korea Selatan menunjuk Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Park Yoon-joo sebagai kepala delegasi.
Yonhap melaporkan agenda pembahasan diperkirakan mencakup proyek paling sensitif Korea Selatan selama bertahun-tahun, yakni pembangunan kapal selam bertenaga nuklir pertama mereka.
Selain itu, Seoul ingin membahas hak pengayaan uranium dan pengolahan ulang bahan bakar nuklir bekas untuk kebutuhan sipil.
Permintaan tersebut sangat sensitif karena menyangkut pembatasan teknologi nuklir yang selama ini diawasi ketat Washington terhadap sekutunya.
Baca juga: Sepakat Kembangkan AI untuk Layanan Publik, Indonesia-Korea Selatan Teken Kerja Sama
Pemerintahan Presiden Korsel, Lee Jae Myung disebut ingin mempercepat revisi perjanjian kerja sama nuklir sipil dengan AS agar proyek kapal selam nuklir dapat berjalan lebih cepat.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun mengatakan Seoul ingin bergerak cepat dalam proyek strategis tersebut.
“Kami ingin mempercepat kemajuan dalam kapal selam bertenaga nuklir dan kerja sama pembangunan kapal,” kata Cho Hyun seperti dikutip dari Yonhap.
Channel News Asia melaporkan Korea Selatan menargetkan peluncuran kapal selam nuklir pertamanya pada pertengahan 2030-an.
Proyek tersebut diperkirakan memanfaatkan industri galangan kapal dan teknologi nuklir domestik Korea Selatan yang selama ini termasuk paling maju di Asia.
Presiden Lee Jae Myung menyebut kapal selam nuklir sebagai simbol kemandirian pertahanan Seoul di tengah situasi keamanan kawasan yang semakin tidak stabil.