Minggu, 31 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: Ukraina Siapkan Negosiasi Penting dengan Rusia, tapi Masih Rahasia

Presiden Ukraina Zelensky mengungkap Ukraina sedang melakukan negosiasi penting, tapi masih merahasiakan detail negosiasi tersebut.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara saat menghadiri rapat dengan Parlemen Ukraina pada 21 Mei 2026. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026). Pada 30 Mei 2026, vZelensky mengungkap Ukraina sedang melakukan upaya negosiasi penting dengan Rusia, tapi masih merahasiakan detailnya. 

Ia menambahkan bahwa AS akan mengembangkan dua jenis sistem sekaligus, yaitu teknologi militer berkemampuan tinggi yang hanya dapat dibuat Amerika serta drone yang lebih sederhana dan murah untuk digunakan dalam jumlah besar.

Sebelumnya, laporan Reuters menyebut militer AS telah menerapkan teknologi anti-drone yang dikembangkan Ukraina di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, guna menghadapi ancaman serangan drone Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga pernah menyatakan bahwa Amerika Serikat meminta bantuan dan pengalaman Ukraina dalam menghadapi drone Shahed buatan Iran yang digunakan di berbagai konflik.

Pernyataan Hegseth menunjukkan bahwa pengalaman tempur Ukraina kini menjadi salah satu rujukan penting bagi AS dalam membangun strategi perang modern berbasis drone, seperti diberitakan Pravda.

Rusia Sebut Drone Ukraina Serang Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia

Perusahaan energi nuklir milik pemerintah Rusia, Alexei Likhachev, menyatakan bahwa sebuah drone Ukraina menyerang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia pada Sabtu.

PLTN ini merupakan pembangkit nuklir terbesar di Eropa dan saat ini berada di bawah kendali Rusia sejak direbut pada awal perang.

Menurut Rosatom, serangan tersebut menghantam gedung aula turbin Unit 6 dan menyebabkan ledakan yang meninggalkan lubang pada dinding bangunan. Namun, Rusia menegaskan tidak ada kerusakan pada sistem utama maupun peralatan penting yang berkaitan dengan keselamatan nuklir.

"Kami menilai serangan ini sebagai tindakan yang disengaja. Sebuah drone tempur kamikaze Ukraina menyerang gedung aula turbin Unit Pembangkit Listrik Nomor 6 dan menyebabkan ledakan," kata Alexei Likhachev.

Ukraina Bantah Tuduhan Serangan ke PLTN Zaporizhzhia, IAEA Minta Akses Inspeksi

Militer Ukraina membantah tuduhan Rusia yang menyebut pasukannya menyerang PLTN Zaporizhzhia. Menurut pihak Kyiv, tuduhan tersebut hanyalah bagian dari propaganda Rusia dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam pernyataannya, militer Ukraina menegaskan bahwa pasukannya memahami risiko besar yang dapat ditimbulkan jika fasilitas nuklir menjadi sasaran serangan. Ukraina juga menyebut tidak ada pertempuran aktif maupun penggunaan senjata di area tersebut saat insiden terjadi.

Sementara itu, Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai sebuah drone yang menabrak gedung turbin di kompleks PLTN Zaporizhzhia. Grossi menyampaikan kekhawatirannya dan mengingatkan bahaya serangan terhadap fasilitas nuklir.

"Menyerang lokasi nuklir sama seperti bermain api," ujar Rafael Grossi.

IAEA juga telah meminta akses untuk memeriksa langsung area yang dilaporkan terkena dampak guna memastikan kondisi sebenarnya, seperti diberitakan The Guardian.

Serangan Drone Ukraina Picu Kebakaran di Fasilitas Minyak Rusia

Serangan pesawat tanpa awak (drone) Ukraina kembali menargetkan fasilitas energi Rusia. Menurut pejabat Rusia, serangan yang terjadi semalam hingga Sabtu menyebabkan kebakaran di sejumlah depot minyak di wilayah selatan Rusia.

Di wilayah Rostov, puing-puing drone yang jatuh memicu kebakaran di depot minyak dan kapal tanker di pelabuhan Taganrog. Sementara itu, di wilayah Krasnodar, kebakaran juga dilaporkan terjadi di sebuah depot minyak di kota Armavir.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved