Iran Vs Amerika Memanas
Muncul Isu Perseteruan AS-Israel Imbas Teguran Trump ke Netanyahu, Analis: Kebijakan yang Terpenting
Trump dilaporkan menyebut Netanyahu "sangat gila" dan mencaci maki dia atas peningkatan ketegangan Israel di Lebanon.
“Saya juga telah berbicara dengan perwakilan dari para pemimpin Hizbullah, dan mereka setuju untuk berhenti menembak Israel dan tentaranya,” tambah Trump, tanpa menyebutkan dengan siapa dia berbicara.
“Demikian pula, Israel setuju untuk berhenti menembaki mereka. Mari kita lihat berapa lama itu akan bertahan — Semoga itu akan berlangsung selamanya!” lanjut Trump.
Beberapa jam setelah Trump mengumumkan gencatan senjata, Hizbullah telah menargetkan pasukan Israel di Lebanon selatan, memicu bunyi sirene di Israel utara, dan IDF dilaporkan telah melakukan serangan udara di Lebanon.
Unggahan Trump sekali lagi tidak menyebutkan secara spesifik bahwa Israel setuju untuk menunda serangan ke wilayah mana pun di luar Beirut, meskipun Hizbullah mengklaim gencatan senjata tersebut mencakup seluruh negara.
Trump Klaim Israel-Hizbullah Sepakat Kurangi Pertempuran
Donald Trump juga mengatakan Israel dan Hizbullah telah sepakat untuk mengurangi pertempuran setelah ia berbicara dengan Benjamin Netanyahu dan berkomunikasi dengan kelompok militan Lebanon tersebut melalui mediator.
Trump mengumumkan perkembangan tersebut dalam sebuah unggahan media sosial setelah melakukan panggilan telepon dengan Netanyahu.
Pasukan Israel baru-baru ini melakukan invasi terdalam ke Lebanon dalam lebih dari seperempat abad.
Trump mengatakan tidak akan ada pasukan Israel yang "pergi ke Beirut" dan bahwa mereka yang sedang dalam perjalanan "telah dipulangkan".
Dia mengatakan bahwa Hizbullah telah "sepakat bahwa semua penembakan akan berhenti - bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel."
Baca juga: Beirut Mencekam! Ribuan Warga Kabur Gegara Netanyahu Ancam Serangan Lebanon
Netanyahu membenarkan percakapan tersebut tetapi menafsirkannya bukan sebagai pengekangan, melainkan lebih sebagai peringatan, dengan mengatakan bahwa ia memberi tahu Trump bahwa Israel akan menyerang target di Beirut, ibu kota Lebanon, jika serangan Hizbullah tidak berhenti.
"Militer Israel akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan," kata Netanyahu, Senin, dikutip dari AP News.
Kedua pihak telah berada di bawah gencatan senjata sejak pertengahan April 2026, tetapi Hizbullah melanjutkan serangan setelah serangan Israel di Lebanon yang oleh Israel digambarkan sebagai pembelaan diri.
Pertempuran tersebut juga menjadi hambatan utama dalam kesepakatan yang sedang dirancang untuk memperpanjang gencatan senjata dalam perang Iran. Teheran menginginkan agar setiap perjanjian mencakup Lebanon.
Otoritas Lebanon memperoleh persetujuan Hizbullah atas usulan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa Israel tidak akan menyerang pinggiran selatan Beirut, dan Hizbullah tidak akan menyerang Israel utara, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Lebanon untuk AS.
Beberapa saat setelah pesan Trump, Israel mendeteksi peluncuran rudal dari Lebanon dan memperingatkan warga Israel di sebagian wilayah utara Israel untuk berlindung.
Pembicaraan antara Israel dan Lebanon dijadwalkan pada hari Selasa dan Rabu di Washington, di mana para negosiator Lebanon berharap untuk memperluas cakupan wilayah yang tidak akan diserang di negara tersebut seiring upaya mereka mencapai gencatan senjata total.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/residen-Donald-Trump-dan-Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-berbicaW.jpg)