Iran Vs Amerika Memanas
Mengapa AS Melancarkan Serangan ke Pulau Qeshm di Selat Hormuz?
AS menyerang kapal tanker dan fasilitas militer Iran di Pulau Qeshm, sementara Iran membalas ke target yang terkait dengan AS
IRGC mengatakan insiden tersebut memicu respons dari angkatan lautnya.
"Sebagai tanggapan atas agresi dan pelanggaran peraturan yang mengatur Selat Hormuz, sebuah kapal musuh Amerika-Zionis bernama Panaya menjadi sasaran rudal yang diluncurkan oleh Angkatan Laut IRGC," kata IRGC.
IRGC menyatakan operasi pembalasan tersebut dilakukan sesuai dengan peringatan yang telah disampaikan sebelumnya.
"Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan dibalas dengan respons yang berbeda dan lebih berat, dan kami bertindak sesuai dengan peringatan tersebut. Respons ini harus menjadi pelajaran."
"Kami menegaskan kembali bahwa mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa konsekuensi berat bagi militer AS yang agresif."
Tentang Pulau Qeshm
Mengutip Firstpost, Qeshm merupakan pulau terbesar di Teluk Persia dengan luas sekitar 1.491 kilometer persegi.
Pulau ini terletak sekitar 22 kilometer di selatan Bandar Abbas, salah satu kota pelabuhan terpenting di Iran.
Lokasinya menempatkan Qeshm di dekat salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
Pulau Qeshm membentang sejajar dengan garis pantai Iran dan menghadap jalur air yang terhubung ke Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Penguasaan wilayah di kawasan ini memberikan pengaruh besar terhadap perdagangan maritim.
Qeshm telah berkembang menjadi pusat operasi utama bagi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), khususnya cabang angkatan laut dan kedirgantaraannya.
Pulau ini menampung fasilitas angkatan laut, infrastruktur drone, sistem komunikasi, dan pusat komando militer.
Posisinya juga memungkinkan pasukan Iran beroperasi dekat dengan jalur pelayaran internasional sambil tetap memperoleh dukungan dari fasilitas di daratan utama.
Iran telah mempertahankan blokade efektif di Selat Hormuz sejak 4 Maret 2026.
Pembatasan tersebut dilaporkan telah mengurangi aktivitas pelayaran melalui wilayah itu lebih dari 70 persen.