Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke Rusia, Dekati Forum Ekonomi Andalan Putin

Serangan besar-besaran Ukraina itu berlangsung saat Rusia menggelar St. Petersburg International Economic Forum di St Petersburg

Tayang:
HO/IST/X/ZelenskyyUa
ASAP HITAM - Tangkap layar yang menunjukkan kepulan asap hitam membumbung setelah drone-drone Ukraina menghantam fasilitas energi Rusia di St Petersburg. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkonfirmasi operasi tersebut dan mengatakan pasukan Ukraina telah menyerang beberapa target militer dan energi bernilai tinggi jauh di dalam wilayah Rusia, Selasa (2/6/2026) malam. 

Menurut Zelensky, sasaran yang diserang meliputi Terminal Minyak St. Petersburg, salah satu fasilitas transshipment minyak terbesar di Rusia barat laut, instalasi militer di Pangkalan Angkatan Laut Kronstadt dekat St. Petersburg, serta sebuah fasilitas yang berkaitan dengan produksi persenjataan di wilayah Tambov.

Melalui unggahan di media sosial, Zelensky menampilkan rekaman ledakan besar dan kepulan asap hitam dari salah satu lokasi yang menjadi target serangan.

Ia menyebut operasi serangan jarak jauh tersebut sebagai bagian dari strategi Ukraina untuk menekan kemampuan militer Rusia.

"Rencana serangan jarak jauh Ukraina dilaksanakan tepat sesuai kebutuhan untuk membawa perdamaian lebih dekat," tulis Zelensky.

Serangan Ukraina ini terjadi kurang dari 24 jam setelah Rusia melancarkan salah satu serangan udara paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir terhadap Ukraina.

Otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 23 orang tewas setelah Rusia menembakkan lebih dari 600 drone dan puluhan rudal ke Kyiv serta sejumlah kota lainnya.

Serangan Rusia tersebut menghantam kawasan permukiman dan infrastruktur sipil penting.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengecam serangan terhadap warga sipil dan kembali menyerukan penghentian serangan yang menargetkan infrastruktur nonmiliter.

Eskalasi terbaru ini menunjukkan bahwa kedua pihak terus meningkatkan intensitas operasi jarak jauh, sementara upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun masih belum menunjukkan terobosan berarti.

 

 

(oln/wn/*)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved