Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Merasa Dicueki Tim Negosiasi AS, Zelenskyy: Iran Nomor 1, Ukraina Cuma Nomor 2

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan kekecewaannya karena tim negosiasi AS tak segera mengunjungi Ukraina untuk lanjutkan negosiasi.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Facebook The White House
TRUMP DAN ZELENSKYY - Foto diunduh dari The White House, Kamis (4/6/2026), memperlihatkan Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Mar-a-Lago pada 29 Desember 2025. Pada 3 Juni 2026, Zelenskyy mengungkapkan kekecewaannya karena tim negosiasi AS tak segera mengunjungi Ukraina untuk melanjutkan negosiasi dengan Rusia. 

Peristiwa ini dinilai sangat memalukan bagi Kremlin karena terjadi menjelang pidato utama Putin dalam forum ekonomi tahunan yang selama ini digunakan Rusia untuk menunjukkan kekuatan ekonomi dan politiknya kepada dunia, seperti diberitakan The Guardian.

Rusia Kehilangan Momentum di Medan Perang, Serangan ke Kota-Kota Ukraina Meningkat

Sejumlah analis menilai meningkatnya serangan udara Rusia ke berbagai kota besar Ukraina terjadi karena pasukan Rusia mengalami kesulitan mencapai kemajuan signifikan di garis depan pertempuran.

Menurut data terbaru, perolehan wilayah yang berhasil dikuasai Rusia terus menurun dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun intensitas serangan militer justru meningkat.

Lembaga kajian perang Institute for the Study of War (ISW) menyebut serangan udara besar-besaran ke wilayah sipil dan kota-kota Ukraina juga bertujuan mengalihkan perhatian dari keberhasilan Ukraina melancarkan serangan jarak jauh ke dalam wilayah Rusia.

Kelompok pemantau DeepState bahkan mencatat pasukan Rusia hanya memperoleh tambahan wilayah sekitar 14 kilometer persegi sepanjang Mei 2026, menjadi capaian bulanan terendah sejak Oktober 2023.

"Pasukan Ukraina sebagian besar telah menghentikan serangan musim semi-musim panas Rusia 2026 sejauh ini, dan pasukan Rusia pada Mei 2026 hanya memperoleh kehadiran di sebagian kecil wilayah yang mereka kuasai pada Mei 2025," bunyi pernyataan ISW.

Sementara itu, analis Black Bird Group, John Helin, mengatakan, "Jika Rusia tidak dapat menemukan cara untuk meningkatkan momentum secara signifikan, tujuan merebut Donbas tahun ini akan semakin sulit dicapai."

Ukraina Uji Rudal Baru, Siapkan Senjata Penangkal Serangan Balistik Rusia

Di tengah perang yang masih berlangsung, Ukraina terus mengembangkan teknologi pertahanannya sendiri.

Perusahaan pertahanan Fire Point mengumumkan telah berhasil melakukan uji terbang rudal balistik baru yang dirancang untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina.

Pengembangan rudal ini dilakukan karena Ukraina menghadapi keterbatasan amunisi untuk sistem pertahanan udara buatan Barat, termasuk Patriot yang selama ini digunakan untuk menghadapi serangan rudal Rusia.

Rudal bernama FP-7.X tersebut nantinya akan menjadi dasar pengembangan sistem pencegat rudal anti-balistik generasi baru bernama Freyja.

CEO Fire Point, Iryna Terekh, mengatakan, "Penerbangan manuver yang sepenuhnya terkontrol dari rudal FP-7.X telah berlangsung."

Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut akan menjadi fondasi bagi pengembangan sistem pencegat anti-balistik Freyja di masa depan.

Rusia dan Ukraina Saling Serang di Berbagai Wilayah

Pertempuran antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa di kedua pihak. Di wilayah Krimea yang dikuasai Rusia, serangan Ukraina dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai tujuh lainnya.

Di wilayah Donetsk, sebuah bus yang sedang melakukan perjalanan dari Moskow menuju Simferopol juga dilaporkan terkena serangan drone, menyebabkan tujuh orang tewas dan sebelas lainnya terluka.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved