Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Ungkap Rusia Mau Lanjut Perang hingga Tahun 2027 atau 2028
Presiden Ukraina Zelenskyy mengungkap informasi intelijen Ukraina bahwa Rusia akan memperpanjang perang hingga tahun 2027 dan 2028.
"Kami banyak berperan dalam hal ini," kata Trump.
Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Putin belum membaca surat tersebut, tetapi menegaskan bahwa Zelenskyy dapat datang ke Moskow jika ingin melakukan pembicaraan.
"Zelenskyy dapat datang ke Moskow jika ia menginginkan pembicaraan," ujar Peskov.
Putin: Rusia Siap Berkompromi Jika Ukraina Juga Melakukannya
Dalam forum ekonomi di St. Petersburg, Putin mengatakan Presiden AS Donald Trump telah meminta Rusia untuk melakukan sejumlah kompromi demi tercapainya perdamaian.
Menurut Putin, Moskow bersedia mempertimbangkan kompromi tersebut asalkan Ukraina juga menunjukkan sikap yang sama dalam proses negosiasi.
"Trump telah meminta Rusia untuk membuat beberapa kompromi untuk kesepakatan perdamaian, dan Rusia siap melakukannya asalkan Ukraina melakukan hal yang sama," kata Putin.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Rusia masih membuka peluang penyelesaian diplomatik meskipun perang belum berakhir.
Putin Akui Serangan Drone Ukraina Masih Menembus Pertahanan Rusia
Putin juga mengakui bahwa sebagian serangan drone Ukraina masih mampu menembus sistem pertahanan udara Rusia.
Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah serangan pesawat nirawak dilaporkan terjadi, termasuk di wilayah St. Petersburg.
"Sayangnya, beberapa di antaranya berhasil menembus pertahanan. Rusia memiliki sistem pertahanan udara, kita perlu memperbaikinya, memperkuatnya, dan kita akan melakukannya," ujar Putin.
Meski demikian, Rusia menegaskan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya untuk menghadapi ancaman serupa di masa mendatang.
Ukraina Klaim Serang Pabrik Bubuk Mesiu Rusia
Militer Ukraina mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sebuah pabrik bubuk mesiu di wilayah Ryazan, Rusia.
Menurut laporan Staf Umum Ukraina, serangan tersebut memicu kebakaran yang meluas hingga ratusan meter persegi.
Di sisi lain, wilayah Krimea yang dikuasai Rusia dilaporkan memperketat penjatahan bahan bakar karena terganggunya jalur pasokan akibat serangan Ukraina.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kedua pihak masih terus melakukan operasi militer meskipun upaya diplomasi sedang berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKYY-5434545345.jpg)