Senin, 8 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Sebut Jawaban Putin Lemah, Rusia Hanya Peduli Uang

Zelenskyy menanggapi jawaban Putin mengenai surat terbuka yang ia kirim. Ia sebut jawaban Putin lemah, hanya peduli uang, dan tidak mau akhiri perang.

Tayang:
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam pertemuan dengan perwakilan Dewan Atlantik Utara NATO pada 3 Juni 2026. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026). Pada 5 Juni, Zelenskyy menanggapi jawaban Putin mengenai surat terbuka yang ia kirim. Ia sebut jawaban Putin lemah, hanya peduli uang, dan tidak mau akhiri perang. 

Mereka terdiri dari prajurit, sersan, dan perwira yang pernah bertugas di berbagai medan pertempuran, termasuk di Mariupol, Azovstal, Donetsk, Luhansk, Kharkiv, Kherson, Zaporizhia, Sumy, Kyiv, dan Kursk. Sebagian dari mereka telah ditahan Rusia sejak tahun 2022.

Zelenskyy menyampaikan terima kasih kepada tim yang terlibat dalam proses pertukaran, para mitra internasional, serta militer Ukraina yang dinilai membantu memperkuat posisi negosiasi melalui berbagai operasi di garis depan.

Ia menegaskan bahwa pemulangan seluruh warga Ukraina yang ditahan tetap menjadi prioritas pemerintah.

Sebelumnya, pada 15 Mei, Ukraina dan Rusia juga melakukan pertukaran tahanan yang memulangkan 205 warga Ukraina.

Pertukaran tersebut merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran 1.000 tahanan Ukraina dan 1.000 tahanan Rusia yang dicapai dengan mediasi Amerika Serikat.

Zelenskyy menyatakan Ukraina berharap Amerika Serikat terus berperan aktif dalam memastikan pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Sementara itu, pihak Ukraina telah menyerahkan daftar 1.000 nama tahanan yang diprioritaskan berdasarkan lamanya mereka berada dalam penahanan.

Ukraina Minta Maaf kepada Yunani atas Insiden Drone Laut di Dekat Pulau Lefkada

Pemerintah Ukraina menyampaikan permintaan maaf kepada Yunani setelah sebuah drone angkatan laut Ukraina terlihat memasuki perairan teritorial Yunani di dekat Pulau Lefkada, Laut Ionia, pada 8 Mei lalu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhiy Tykhyi, mengatakan insiden tersebut merupakan dampak dari situasi yang terjadi akibat perang yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Menurutnya, kemunculan drone itu tidak dimaksudkan untuk mengganggu Yunani dan terjadi dalam kondisi yang dipengaruhi oleh agresi Rusia terhadap Ukraina.

"Pihak Ukraina meminta maaf atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa hal itu merupakan akibat dari keadaan yang disebabkan oleh agresi Rusia terhadap Ukraina," kata Tykhyi dalam pernyataannya pada 5 Juni.

Ukraina juga menyampaikan apresiasi kepada Yunani atas dukungan yang diberikan sejak awal invasi skala penuh Rusia pada 2022.

Kyiv menegaskan bahwa hubungan persahabatan dengan Athena tetap menjadi hal yang sangat penting bagi kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menambahkan bahwa Yunani dan Ukraina memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga keamanan kawasan dan keselamatan pelayaran internasional.

Kyiv juga menyoroti aktivitas "armada bayangan" Rusia yang dinilai menjadi salah satu tantangan bagi keamanan maritim di kawasan Eropa.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved