Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Baku Tembak Berlanjut, AS Hancurkan Dua Drone Iran di Selat Hormuz

Militer AS menembak jatuh dua drone serang Iran yang dianggap mengancam lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
Google Maps
SELAT HORMUZ - Gampar merupakan tangkap layar dari Google Maps, Minggu (15/6/2025), menunjukkan lokasi Selat Hormuz. Militer AS menembak jatuh dua drone serang Iran yang dianggap mengancam lalu lintas maritim di Selat Hormuz 

"Pesan dari Iran menunjukkan negosiasi benar-benar buntu karena ada berbagai isu yang masih harus diselesaikan," katanya.

Salah satu poin utama yang masih menjadi kendala adalah program nuklir Iran.

Trump berulang kali menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, sementara para pejabat Iran mengisyaratkan bahwa isu nuklir bukan merupakan bagian dari diskusi saat ini.

Cecchini mengatakan, kedua belah pihak terus mengklaim adanya kemajuan secara terbuka, tetapi masih belum jelas apakah para negosiator semakin dekat dengan kesepakatan akhir.

Kenaikan harga energi yang terkait dengan ketidakstabilan di Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat, Kanada, dan berbagai negara lainnya, sehingga menciptakan tantangan tambahan serta risiko politik.

Para analis energi sebelumnya telah memperingatkan bahwa ketidakstabilan berkepanjangan di sekitar Selat Hormuz dapat mendorong kenaikan harga minyak global, yang secara langsung berdampak pada meningkatnya biaya hidup konsumen di Kanada.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran pada Sabtu dalam upaya mendorong perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran

Mengutip newsonair.gov.in, ini menandai kunjungan ketiganya ke Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Selama perjalanan tersebut, Naqvi diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Di sisi lain, Fada-Hossein Maleki, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, mengatakan bahwa meskipun kesepakatan tercapai antara Iran dan Amerika Serikat, kesepakatan tersebut pada tahap awal kemungkinan hanya akan bersifat "terbatas" karena kondisi saat ini dan apa yang ia gambarkan sebagai perilaku AS yang kontradiktif, menurut media resmi yang dikutip Iran International.

"Pendekatan Washington, yang menggabungkan seruan untuk negosiasi dengan tindakan militer, telah mempersulit lingkungan diplomatik," katanya.

"Meskipun meja perundingan tetap terbuka, Iran menunjukkan kemauan yang terbatas untuk memajukan pembicaraan karena kurangnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat."

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved