Iran Vs Amerika Memanas
Gencatan Senjata AS-Iran Kembali Retak, Washington Bombardir Radar Iran setelah Cegat Drone Teheran
AS menyerang radar pantai Iran usai menembak jatuh drone Teheran di Hormuz, memicu eskalasi baru di kawasan Teluk.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata masih berlaku secara resmi, ketegangan militer antara kedua negara belum benar-benar mereda.
Iran Sebut AS Langgar Kesepakatan
Televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan operasi militer terbaru dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pemerintah Iran menilai serangan terhadap radar pengawasan pantai di wilayahnya merupakan pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan respons militer Teheran dilakukan secara "waspada, tegas, dan proporsional".
Teheran juga menuding Washington sengaja meningkatkan ketegangan ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik masih berlangsung.
Menurut Iran, tindakan militer terbaru AS berisiko menggagalkan peluang tercapainya penyelesaian politik yang lebih permanen.
Kuwait dan Bahrain Cegat Serangan
Baca juga: 100 Hari Perang Iran: Trump Gagal Jual Narasi Kemenangan, Justru Jadi Boomerang Politik
Dampak eskalasi terbaru turut dirasakan negara-negara Teluk yang berada di sekitar jalur konflik.
Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan pihaknya mendeteksi dan mencegat tujuh rudal balistik yang memasuki wilayah udara negara tersebut pada Sabtu dini hari.
Sementara itu, Bahrain menyatakan berhasil menghancurkan tiga rudal dan sejumlah drone yang diluncurkan dari arah Iran.
Kedua negara memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar akibat insiden tersebut.
Meski demikian, Kuwait dan Bahrain mengecam keras aksi yang dinilai mengancam keamanan kawasan dan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.
Negara Arab Peringatkan Bahaya Eskalasi
Reuters melaporkan Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir turut menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Ketiga negara mengutuk serangan yang menyasar negara-negara Teluk dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.
Mereka menilai aksi saling serang yang kembali terjadi berpotensi memperluas konflik regional di tengah belum tercapainya penyelesaian diplomatik antara Washington dan Teheran.