Selasa, 9 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rudal Iran Hantam Israel, Trump Isyaratkan Opsi Pengiriman Pasukan Khusus

Sejumlah bangunan di permukiman Itamar, Tepi Barat bagian utara, dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Iran tersebut.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
PORAK PORANDA - Tangkap layar Khaberni yang menunjukkan kondisi bangunan di pemukiman Itamar di Tepi Barat bagian utara yang porak-poranda akibat serangan rudal Iran, Senin (8/6/2026). 

Menurut laporan media AS, Presiden AS bahkan berencana menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meminta Israel tidak melakukan serangan balasan yang lebih luas terhadap Iran.

Trump menilai kedua pihak telah menunjukkan kekuatan masing-masing dan tidak ada keuntungan dari eskalasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran masih terbuka.

Pada Senin, Trump juga menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa Israel dan Iran sedang mengupayakan gencatan senjata.

Ia menyebut pembicaraan mengenai "perdamaian" masih berlangsung, meski dapat terganggu oleh tindakan yang dianggap tidak bijaksana dari salah satu pihak.

Dalam unggahan lainnya, Trump menyerukan agar kedua negara segera menghentikan aksi saling serang.

Wilayah Udara Ditutup

Meningkatnya ketegangan turut memengaruhi sektor penerbangan di kawasan. Iran menutup sebagian wilayah udaranya di bagian barat negara itu dan menghentikan sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran.

Irak juga menutup wilayah udaranya selama 72 jam sebagai langkah antisipasi. Sementara Suriah memberlakukan penutupan sebagian wilayah udara di kawasan selatan yang berbatasan dengan Israel selama 12 jam.

Langkah-langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko terhadap penerbangan sipil apabila konflik berkembang lebih jauh.

Sinyal Deeskalasi

Di tengah ketidakpastian, sejumlah tanda deeskalasi mulai muncul. Surat kabar Israel Israel Hayom melaporkan bahwa Israel dan Amerika Serikat telah menyampaikan pesan kepada Iran bahwa tidak akan ada serangan lanjutan apabila Teheran menghentikan penembakan rudal.

Sementara itu, markas militer Khatam al-Anbiya di Iran mengumumkan penghentian operasi militer.

Namun Iran tetap memperingatkan bahwa apabila serangan terhadap kepentingannya atau sekutunya berlanjut, khususnya di Lebanon selatan, respons yang diberikan akan jauh lebih keras.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah masih berada dalam situasi yang rapuh.

Di satu sisi, jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih terbuka. Namun di sisi lain, setiap serangan baru berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas dan menggagalkan upaya perundingan yang sedang berlangsung.

 

(oln/*)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved