Iran Vs Amerika Memanas
Hujan Rudal di Timur Tengah, Kuwait Tutup Wilayah Udaranya
AS kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS
Ringkasan Berita:
- AS kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
- Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran mengklaim menutup Selat Hormuz, sementara Kuwait menutup sementara wilayah udaranya dan mengaktifkan sistem pertahanan udara.
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa konflik yang terus membesar berisiko berubah menjadi perang yang lebih luas
TRIBUNNEWS.COM - Untuk hari kedua berturut-turut, Kamis (11/6/2026), Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan itu tak lama diluncurkan setelah Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan akan menyerang Republik Islam tersebut dengan keras.
Menurut laporan media lokal, sistem pertahanan udara diaktifkan di sejumlah wilayah selatan Iran.
Mengutip NDTV, ledakan terdengar di Teheran bagian barat, Provinsi Fars, Bandar Abbas, Pulau Qeshm, Pulau Kish, Minab, serta beberapa wilayah di Provinsi Isfahan.
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan terbaru AS.
"Selama dua gelombang operasi, 18 target penting milik Angkatan Darat AS di Pangkalan Angkatan Udara Ali al-Salem dan Ahmad al-Jaber telah dihantam," kata IRGC dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
IRGC menambahkan bahwa mereka juga menyerang dan menghancurkan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.
Selain itu, IRGC dalam pernyataannya mengatakan telah menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak global, untuk semua kapal.
Baca juga: Iran-AS Perang Narasi: Saling Bantah soal Penutupan Selat Hormuz dan Trump yang Hubungi Pejabat Iran
"Berlaku segera, karena ketidakamanan di kawasan tersebut, Selat Hormuz dinyatakan tertutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial," kata sumber IRGC.
Setelah IRGC menyatakan telah menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah, sirene serangan udara terdengar di sejumlah wilayah di Bahrain.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta masyarakat tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat.
Di Kuwait, Staf Umum Angkatan Darat mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat target udara musuh sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.
Mereka juga mengimbau warga untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait serta hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi.
Mengutip Al Jazeera, otoritas penerbangan sipil Kuwait mengumumkan penutupan sementara wilayah udara negara tersebut sebagai langkah pencegahan.
Penerbangan akan dialihkan ke bandara alternatif sesuai dengan perjanjian dan prosedur yang telah disepakati, kata otoritas tersebut dalam pembaruan yang dibagikan melalui media sosial.