Prefektur Kumamoto Butuh 4.000 Pekerja Asing, Peluang Besar bagi Tenaga Kerja Indonesia
Kumamoto membutuhkan 4.000 pekerja asing dalam tiga tahun. Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemasok tenaga kerja terbesar
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kimura mengungkapkan bahwa pemerintah prefektur saat ini sedang melanjutkan pembahasan menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menguntungkan sektor industri kedua negara, tetapi juga memperkuat hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.
"Kami ingin mewujudkan pengembangan sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi bukan hanya bagi industri kedua negara, tetapi juga bagi hubungan persahabatan Jepang dan Indonesia," tegas Kimura.
Baca juga: Masalah Kebisingan Picu Penusukan Sesama WNI di Yamanashi Jepang
Rencana Kumamoto tersebut membuka peluang baru bagi tenaga kerja Indonesia yang selama ini menjadi salah satu kelompok pekerja asing terbesar di Jepang.
Dengan kebutuhan ribuan pekerja dalam beberapa tahun mendatang, sektor pertanian, konstruksi, manufaktur, dan industri makanan diperkirakan akan menjadi bidang yang paling banyak membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia.
Selain memenuhi kebutuhan industri Jepang, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui transfer keterampilan, teknologi, dan pengalaman kerja internasional.
Kumamoto saat ini juga menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri semikonduktor Jepang setelah masuknya investasi besar dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), yang turut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor pendukung.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tkijepang11111.jpg)