Iran Vs Amerika Memanas
Trump: AS akan Bombardir Iran Malam Ini dan Rebut Pulau Kharg, Pusat Minyak Iran
Presiden AS Donald Trump mengancam akan membombardir Iran malam ini dan berupaya merebut Pulau Kharg dalam waktu dekat.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS akan melancarkan serangan besar ke Iran dan berupaya merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
- Menurut Trump, penguasaan Pulau Kharg dapat melemahkan ekspor energi Teheran dan memperkuat posisi AS di kawasan.
- Rusia dan Arab Saudi sama-sama menyerukan deeskalasi serta mendorong kelanjutan negosiasi antara Washington dan Teheran.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan militernya akan melancarkan serangan dahsyat ke Iran pada malam ini.
Trump mengungkapkan AS akan merebut Pulau Kharg Iran, sebuah pulau kecil milik Iran yang terletak di bagian utara Teluk Persia, sekitar 55 kilometer dari pelabuhan Bushehr.
Meski ukurannya tidak besar, pulau ini memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian Iran karena menjadi pusat utama ekspor minyak negara tersebut.
"Kita akan melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran malam ini," kata Trump, Kamis (11/6/2026).
Presiden AS mengungkapkan tujuannya untuk merebut infrastruktur minyak Iran seperti apa yang ia lakukan terhadap Venezuela.
"Dalam waktu dekat, kita akan merebut Pulau Kharg Iran dan infrastruktur minyak lainnya, dan kita akan sepenuhnya mengendalikan pasar minyak dan gas mereka, seperti yang telah kita lakukan dengan Venezuela," lanjutnya.
Trump mengatakan Iran telah kehilangan angkatan laut, angkatan udara, radar, semua pertahanan lainnya, dan sebagian besar kemampuan ofensifnya.
Sebelumnya, AS melancarkan serangan ke Kharg, dengan Trump mengatakan pasukan AS telah "menghancurkan sepenuhnya" setiap target militer di sana pada 13 Maret.
CNN melaporkan AS menahan diri untuk tidak menargetkan infrastruktur minyak pulau itu, tetapi presiden memperingatkan kemungkinan tindakan Amerika lebih lanjut.
Menguasai Pulau Kharg dapat mencekik ekspor minyak Iran dan menyediakan platform bagi militer AS untuk melakukan serangan terhadap daratan utama.
Baca juga: Trump Ancam Iran: Tandatangani Perjanjian atau Kami Bom Lagi Sampai Hancur
AS kemungkinan dapat menggunakan pulau itu sebagai alat tawar-menawar untuk memaksa Iran agar tetap membuka Selat Hormuz.
Namun, para analis memperingatkan hal itu bisa menjadi tantangan dan pasukan pendaratan AS harus bergerak dalam jarak yang cukup jauh, baik melalui kapal angkatan laut maupun pasukan udara.
Rusia dan Arab Saudi Serukan Deeskalasi
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan keprihatinan Rusia atas eskalasi baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Rusia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur negosiasi.
"Kami prihatin tentang hal ini, dan kami menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik ini untuk menahan diri dan kembali ke jalur negosiasi," kata Dmitry Peskov dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/truump-345435rewrew3.jpg)