Jelang KTT G7, PM Kanada Mulai Lunakkan Kritik terhadap Trump
Perdana Menteri Kanada Mark Carney diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Donald Trump menjelang KTT G7.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan kebijakan balasan Kanada menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi perdagangan saat ini.
Carney Mulai Bersikap Lebih Hati-Hati
Profesor ilmu politik dari McGill University, Daniel Béland, menilai Carney mulai melunakkan retorikanya terhadap pemerintahan Trump untuk menghindari memburuknya hubungan kedua negara.
Menurut Béland, terdapat perbedaan antara pidato Carney di Davos yang menyerukan negara-negara menengah untuk melawan dominasi kekuatan besar dan upayanya saat ini untuk membujuk pemerintahan AS agar mengambil keputusan yang menguntungkan dalam peninjauan USMCA.
Carney sendiri telah meremehkan komentar terbaru Trump mengenai kemungkinan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS.
Kanada dan Meksiko menginginkan USMCA diperpanjang selama 16 tahun lagi. Sementara itu, Trump sempat mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat dari perjanjian tersebut, meskipun skenario yang lebih mungkin adalah perjanjian itu akan menjalani evaluasi tahunan selama sepuluh tahun ke depan.
Menjelang KTT G7, Carney dijadwalkan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Paris. Ia juga akan mengunjungi Irlandia untuk bertemu perdana menteri negara tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan dagang di luar Amerika Serikat.
Kunjungan tersebut merupakan perjalanan kesembilan Carney ke Eropa dalam 15 bulan sejak ia menjadi perdana menteri pada Maret 2025.
Meski demikian, Béland menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi mitra dagang terbesar Kanada dalam masa mendatang. Karena itu, Carney harus tetap mempertimbangkan hubungan dengan Washington meskipun berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi Kanada terhadap AS.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Kanada-yang-baru-Mark-Carney-qeqe.jpg)