Kaisar Jepang: Jangan Lupakan Luka Perang, Perdamaian Harus Terus Dijaga
Jelang kunjungan ke Belanda dan Belgia, Kaisar Jepang mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah perang demi menjaga perdamaian
Kaisar Naruhito merupakan Kaisar Jepang yang saat ini memimpin Takhta Krisan.
Ia resmi naik takhta pada 1 Mei 2019 setelah ayahnya, Kaisar Akihito, turun takhta, sebuah peristiwa bersejarah yang jarang terjadi dalam tradisi kekaisaran Jepang modern.
Kenaikan takhta Naruhito sekaligus menandai dimulainya era baru dalam sejarah Jepang yang dikenal sebagai Era Reiwa, yang berarti "harmoni yang indah". Era ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat Jepang untuk membangun masa depan yang damai dan sejahtera.
Lahir pada 23 Februari 1960, Naruhito merupakan putra sulung Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko.
Ia tercatat sebagai Kaisar Jepang ke-126 dalam garis keturunan Kekaisaran Jepang yang dikenal sebagai salah satu monarki tertua di dunia.
Kaisar Naruhito menikah dengan Permaisuri Masako dan pasangan kekaisaran ini dikenal dekat dengan masyarakat dan kerap menunjukkan perhatian terhadap berbagai isu sosial, termasuk kesejahteraan rakyat serta penanganan bencana alam yang kerap melanda Jepang.
Salah satu hal yang membedakan Naruhito dari para pendahulunya adalah latar belakang pendidikannya.
Ia menjadi Kaisar Jepang pertama yang menempuh pendidikan di luar negeri. Naruhito pernah belajar di Universitas Oxford, Inggris, pengalaman yang diyakini memperluas wawasan internasionalnya serta membentuk pandangannya mengenai hubungan antarbangsa.
Sejak menjadi putra mahkota hingga naik takhta, Naruhito dikenal memiliki perhatian besar terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan.
Ia juga sering menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air, isu yang telah lama menjadi fokus ketertarikannya.
Dalam menjalankan tugas kenegaraan, Kaisar Naruhito berperan sebagai simbol negara dan persatuan rakyat Jepang sesuai Konstitusi Jepang.
Meski tidak memiliki kekuasaan politik, kehadirannya memiliki arti penting dalam menjaga tradisi, identitas nasional, dan semangat kebersamaan masyarakat Jepang.
Terkait suksesi kekaisaran, Naruhito dan Permaisuri Masako memiliki seorang putri, Putri Aiko.
Karena aturan kekaisaran Jepang saat ini hanya mengizinkan laki-laki mewarisi takhta, pewaris pertama dalam garis suksesi adalah adik laki-laki Kaisar Naruhito, yaitu Putra Mahkota Fumihito (Pangeran Akishino).
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jepang11122222.jpg)