Sabtu, 13 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Isi Kesepakatan Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Sanksi Minyak Teheran Dicabut?

Isi kesepakatan damai antara AS dengan Iran yang diklaim Donald Trump bocor di publik. Sanksi minyak Iran bakal dicabut oleh Trump?

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Febri Prasetyo
https://www.whitehouse.gov/
ISI KESEPAKATAN DAMAI - Foto ini diambil dari https://www.whitehouse.gov/ pada Rabu (6/8/2025) menampilkan Presiden Donald Trump menandatangani S.1852, Undang-Undang GENIUS. Isi kesepakatan damai antara AS dengan Iran yang diklaim oleh Trump, telah bocor di publik. 

Ringkasan Berita:
  • Isi kesepakatan damai dengan Iran yang diklaim Presiden AS Donald Trump sudah rampung, telah bocor di publik.
  • Presiden AS Donald Trump mengeklaim kedua negara telah mencapai kesepakatan damai yang ia sebut sebagai "penyelesaian besar".
  • Dalam sebuah laporan, MoU ini disebut telah disepakati oleh tim negosiator kedua belah pihak melalui mediasi ketat negara sekutu, termasuk Qatar.

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kesepakatan diplomatik besar antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan berada di ambang penandatanganan.

Presiden AS Donald Trump mengeklaim kedua negara telah mencapai kesepakatan damai yang ia sebut sebagai "penyelesaian besar".

Berdasarkan laporan eksklusif Axios, rancangan nota kesepahaman (MoU) yang dijuluki "Perjanjian Islamabad" ini disebut telah disepakati oleh tim negosiator kedua belah pihak melalui mediasi ketat negara sekutu, termasuk Qatar.

Draf tersebut memuat sejumlah poin krusial, mulai dari pembukaan jalur dagang internasional, perpanjangan gencatan senjata, hingga nasib program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumbu konflik.

Seorang diplomat senior dari negara mediator mengungkapkan bahwa teks draf perjanjian tersebut sejatinya sudah rampung.

"Pihak AS dan Iran sudah sepakat mengenai isi teksnya. Sekarang, dokumen ini tinggal menunggu ketukan palu atau persetujuan akhir dari para pimpinan tertinggi masing-masing negara," ujarnya.

Poin paling mendesak dalam draf MoU ini adalah pemulihan jalur maritim strategis di Selat Hormuz.

Jalur yang menjadi urat nadi perdagangan minyak mentah dunia tersebut akan segera dibuka kembali untuk pelayaran komersial secara penuh tanpa adanya pungutan biaya transit atau tarif tol sepeser pun dari pihak Iran.

Dalam kesepakatan tersebut, volume pengiriman logistik ditargetkan harus kembali normal seperti masa sebelum perang dalam waktu 30 hari.

Sebagai timbal balik, militer AS juga berkomitmen untuk mencabut blokade laut yang selama ini mencekik aktivitas ekonomi di perairan kawasan Teluk tersebut.

Selain pemulihan jalur dagang, draf perjanjian tersebut mencakup klausul perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari ke depan.

Baca juga: Trump Bikin Geger! Ancam Depak Warga Iran ke Negara Konflik, Nasib Migran AS di Ujung Tanduk

Moratorium militer ini juga dipastikan akan berlaku untuk wilayah konflik lainnya di Lebanon.

Selama periode dua bulan ini, Washington dan Teheran akan duduk bersama guna memulai negosiasi yang lebih mendalam mengenai pembatasan program nuklir.

Terkait isu sensitif nuklir, Iran disebut telah berkomitmen secara tertulis untuk tidak mengejar atau memproduksi senjata pemusnah massal.

Teheran juga disebutkan telah setuju untuk menyelesaikan perkara penumpukan cadangan uranium yang diperkaya milik mereka.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved