Sabtu, 13 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Netanyahu dan Trump Setuju Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Perdana Menteri Israel Netanyahu mengklaim ia dan Trump sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir selama mereka menjabat.

Tayang:
Facebook The White House
TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Senin (8/6/2026), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu di Gedung Putih, pada 30 September 2025. Pada 12 Juni 2026, Netanyahu mengklaim ia dan Trump sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir selama mereka menjabat. 

Serangan tersebut dilakukan dua hari setelah perundingan mengenai program nuklir Iran di Jenewa berakhir tanpa mencapai kesepakatan.

Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya digunakan untuk kebutuhan energi dan penelitian sipil, bukan untuk tujuan militer.

Situasi semakin memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada tahap awal konflik. Sejumlah laporan menyebut kepemimpinan kemudian diteruskan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Sebagai balasan atas serangan yang diterimanya, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target di Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Teheran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia.

Setelah hampir 40 hari pertempuran berlangsung, ketegangan mulai mereda usai Pakistan memediasi tercapainya gencatan senjata sementara.

Meski demikian, sejumlah isu krusial masih menjadi bahan pembahasan dalam perundingan, mulai dari program pengayaan uranium Iran, keamanan pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.

Untuk menjaga jalur diplomasi tetap berjalan, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, kembali mengunjungi Teheran. Selain Pakistan, Oman dan Qatar juga berperan sebagai mediator dalam komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Di tengah upaya diplomatik tersebut, Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa pemerintahannya masih mengutamakan penyelesaian melalui jalur perundingan. Namun, Trump juga mengingatkan bahwa opsi militer tetap terbuka apabila negosiasi tidak menunjukkan perkembangan yang berarti.

Meski sempat mereda, ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi saling serang yang dipicu oleh jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz pada 9 Juni 2026.

AS menyebut serangan yang dilancarkannya sebagai respons atas dugaan provokasi Iran.

Eskalasi tersebut sempat dikhawatirkan dapat mengganggu pembicaraan yang sedang berlangsung, namun Trump kemudian mengatakan kesepakatan dengan Iran semakin dekat.

Iran membantah pihaknya telah menyetujui nota kesepahaman dengan AS, menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved