Sabtu, 13 Juni 2026

Pria di Toyama Jepang Terinfeksi Campak Setelah Perjalanan ke Indonesia, Kasus Pertama Sejak 2019

Pria tersebut mulai mengalami demam pada 3 Juni 2026 dan pada 12 Juni 2026 memeriksakan diri ke sebuah fasilitas medis di Kota Toyama

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tulip TV
KANTOR PEMDA TOYAM - Seorang pria berusia 20-an tahun di Prefektur Toyama, Jepang, terkonfirmasi terinfeksi campak setelah melakukan perjalanan ke Indonesia. Kasus yang diumumkan pada 12 Juni 2026 kemarin tersebut menjadi kasus campak pertama yang tercatat di Toyama sejak November 2019 dan muncul di tengah lonjakan kasus campak di Jepang.a Foto Tulip TV 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pria berusia 20-an tahun di Prefektur Toyama, Jepang, terkonfirmasi terinfeksi campak setelah melakukan perjalanan ke Indonesia 
  • Kasus yang diumumkan pada 12 Juni 2026 itu menjadi kasus campak pertama di Toyama sejak 2019, di tengah lonjakan kasus secara nasional 
  • Otoritas kesehatan menilai kasus ini menunjukkan risiko penyebaran penyakit lintas negara dan pentingnya vaksinasi untuk mencegah wabah
 

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang pria berusia 20-an tahun di Prefektur Toyama, Jepang, terkonfirmasi terinfeksi campak setelah melakukan perjalanan ke Indonesia.

Kasus yang diumumkan pada 12 Juni 2026 kemarin tersebut menjadi kasus campak pertama yang tercatat di Toyama sejak November 2019 dan muncul di tengah lonjakan kasus campak di Jepang.

"Hal ini merupakan kasus campak pertama yang dikonfirmasi di Prefektur Toyama sejak November 2019," ungkap sumber Tribunnews.com di pemda Toyama kemarin.

Menurut Divisi Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyakit Prefektur Toyama, pria tersebut mulai mengalami demam pada 3 Juni 2026 dan pada 12 Juni 2026 memeriksakan diri ke sebuah fasilitas medis di Kota Toyama. 

Hasil pemeriksaan genetik yang dilakukan oleh Institut Penelitian Kesehatan Prefektur Toyama mengonfirmasi bahwa ia terinfeksi virus campak dan pasien sedang menjalani perawatan.

Baca juga: 263 Kasus Campak Ditemukan di Aceh, Wamenkes Soroti Rendahnya Imunisasi 

Baru Kembali dari Indonesia

Pihak prefektur mengungkapkan bahwa pria tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Indonesia sekitar awal Juni. 

"Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan risiko penularan campak yang relatif tinggi, sehingga diduga menjadi lokasi paparan virus sebelum pria tersebut kembali ke Jepang," tambahnya.

Otoritas kesehatan masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan jalur penularan dan kemungkinan adanya kontak erat dengan orang lain.

Wabah Campak Meningkat di Jepang

Kasus campak di Jepang saat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Pemerintah daerah mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular dan tidak dapat dicegah hanya dengan mencuci tangan atau memakai masker.

Gejala campak meliputi Demam tinggi, Batuk, Pilek, Mata merah, Ruam pada kulit

Sebagian besar pasien dapat pulih dalam waktu 7 hingga 10 hari. Namun, dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi telinga tengah (otitis media), hingga radang otak (ensefalitis).

Kasus yang terjadi di Toyama menunjukkan bagaimana penyakit menular dapat dengan cepat berpindah antarnegara seiring meningkatnya mobilitas masyarakat global pascapandemi Covid-19.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved