Iran Vs Amerika Memanas
Tentara Lebanon Dikabarkan Mundur dari Kfar Tebnit seusai Israel Beri Peringatan
Pergerakan pasukan Israel di kawasan Lebanon Selatan ini diyakini sebagai taktik militer untuk merebut dan menguasai Bukit Ali Taher.
Saat ini, para mediator tengah bekerja keras bersama kedua belah pihak guna merampungkan draf kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataannya kepada stasiun televisi pemerintah pada hari Jumat (12/6/2026) menegaskan bahwa kedua pihak terus berupaya menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon.
Pernyataan ini sejalan dengan penuturan Pejabat Senior Hizbullah, Hussein Haj Hassan, kepada stasiun televisi Al Jazeera.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat kepastian dari para pejabat Iran bahwa Lebanon akan dimasukkan ke dalam kerangka kesepakatan gencatan senjata di masa depan antara Amerika Serikat dan Iran.
Selama ini, Iran dikenal secara luas sebagai penyokong utama kelompok Hizbullah.
Selama empat dekade terakhir, Teheran telah memasok berbagai jenis persenjataan dan mengucurkan dana dalam jumlah besar hingga mencapai miliaran dolar AS
Baca juga: Laporan Anyar Amnesty Internasional: Israel Gencarkan Pembersihan Etnis di Tepi Barat Palestina
Jumlah Korban Jiwa di Lebanon
Meski sempat ada perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 17 April dan telah diperpanjang beberapa kali, status tersebut kini nyaris hanya menjadi formalitas di atas kertas.
Aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok Hizbullah nyatanya terus berlanjut.
Babak terbaru peperangan antara Israel dan Hizbullah ini bermula pada 2 Maret lalu.
Kala itu, Hizbullah menembakkan roket ke wilayah utara Israel hanya berselang dua hari setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.
Rentetan konflik ini telah menimbulkan kerugian nyawa yang luar biasa besar.
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 3.700 orang telah tewas di wilayah Lebanon akibat pertempuran terbaru ini.
Sementara itu, menurut laporan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebanyak 30 tentara Israel dan satu kontraktor pertahanan tewas di wilayah selatan Lebanon maupun di sekitarnya, ditambah dua warga sipil yang tewas di kawasan utara Israel.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MAU-CAPLOK-GAZA-Personel-Tentara-Israel-IDF-dari-Batalyon-Tank-Tempur-di-Jalur-Gaza.jpg)