Iran Vs Amerika Memanas
Hari ke-110 Perang Iran: Teheran Ancam Respons Keras Jika Israel Terus Serang Lebanon
Iran mengancam respons keras jika Israel terus menyerang Lebanon. Konflik ini berisiko menggagalkan kesepakatan AS-Iran.
"Saya sangat senang dengan kesepakatan yang telah dicapai," ujar Carney kepada CNN.
Meski demikian, rincian resmi dari perjanjian tersebut hingga kini masih belum dipublikasikan kepada publik.
AS Janjikan Manfaat Besar untuk Iran
Baca juga: Rahasia Terbongkar! Ini Bocoran 14 Poin Kesepakatan AS-Iran, Bahas Akhir Perang hingga Cabut Sanksi
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Iran berpeluang memperoleh keuntungan ekonomi yang signifikan apabila mematuhi seluruh ketentuan perjanjian.
Menurut Vance, kesepakatan itu memiliki syarat yang sederhana.
Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.
Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi lalu lintas perdagangan internasional.
Selain itu, Teheran harus menghentikan pendanaan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.
"Jika mereka berhenti mendanai terorisme, mereka bisa mendapatkan manfaat nyata," kata Vance.
"Jika mereka tidak melakukan hal-hal itu, mereka tidak akan mendapatkan apa pun."
Ia bahkan menambahkan bahwa "Amerika Serikat menang dalam situasi apa pun".
Warga Israel Masih Menolak Kesepakatan
Di Israel, dukungan publik terhadap kesepakatan AS-Iran ternyata masih sangat rendah.
Survei lembaga penyiaran publik Israel, Kan, menunjukkan hanya 18 persen warga yang mendukung perjanjian tersebut.
Sebanyak 55 persen responden menyatakan menolak.
Survei yang sama juga menemukan sekitar 70 persen warga Israel masih menganggap Iran sebagai ancaman serius meskipun berbagai operasi militer telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Iran Ancam Keras Akan Habisi Israel jika Tak Hentikan Agresi di Lebanon Selatan
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa resistensi politik terhadap kesepakatan masih cukup kuat di dalam negeri Israel.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bendera-Iran-32039.jpg)