Senin, 20 April 2026

Jangan Khawatir Kepala Anak Panjul Itu Biasa Kok

Jika anak dilahirkan normal, menemui kepala si kecil biasa terjadi. Bentuk kepala dipengaruhi oleh proses kelahiran.

TRIBUNNEWS.COM - Banyak yang khawatir ketika menemukan bentuk kepala anak panjul. Jangan khawatir, ini wajar kok. J ika anak dilahirkan normal ini biasa terjadi. Pasalnya, bentuk kepala dipengaruhi oleh proses kelahiran.

Jadi,bila bayi Anda memiliki kepala panjul sementara bayi tetangga atau kerabat Anda kepalanya berbentuk bulat sempurna, kemungkinan besar karena si tetangga/kerabat menjalani kelahiran lewat bedah sesar.

"Bila ibu menjalani bedah sesar dan kepala belum masuk ke panggul ibu, bayi lahir melalui jalan yang lebih besar saat operasi sehingga kepalanya cenderung akan berbentuk bagus, yaitu bulat," terang dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Tak demikian halnya dengan bayi yang lahir melalui partus pervaginam atau proses kelahiran normal, "akan memiliki kepala yang sedikit memanjang," lanjut Irawan. Keadaan ini disebabkan kepala yang besar harus melalui jalan lahir yang kecil sehingga tulang kepala harus melakukan penyesuaian yang dalam istilah kedokteran disebut moulage (mulase).

Lebih jauh dijelaskan Irawan, kepala bayi ketika lahir tak seperti kepala setelah lahir. Sebelum lahir, antara tulang kepala bayi sebelah kiri dan sebelah kanan seperti terbelah oleh "jahitan". "Jahitan" tersebut adalah sutura (persendian tak bergerak yang menggabungkan tulang-tulang tengkorak) yang berfungsi untuk mempermudah proses kelahiran. "Kepala ini sebenarnya, kan, tulang. Jadi, sutura diciptakan untuk mempermudah proses kelahiran," jelasnya.

Sewaktu proses kelahiran, sutura akan overlapping, saling menindih sehingga membuat kepala bayi mengecil. Dengan demikian, kepala bayi dapat melewati panggul ibu yang sempit sehingga lahirlah si bayi.

Nah, bila proses kelahiran normal mengalami hambatan semisal bayi terlalu lama di dalam panggul ibu, bisa mengalami seval hematom, yaitu pendarahan di kulit kepala yang terjadi karena ibu terlalu lama menekan ketika proses kelahiran, namun bayi tak keluar. "Darah itu, kan, kadang susah diserap oleh kulit sehingga membuat kepala menjadi seperti panjul," terang Irawan.

Kalau ini yang terjadi, dokter pun tak bisa berbuat apa-apa kecuali mendiamkannya. "Toh, lama-lama darah tersebut akan diserap sedikit demi sedikit dan sisanya akan menjadi tulang." Tapi, tak usah khawatir, Bu-Pak. Hal ini tak berbahaya karena pendarahannya terjadi di luar tulang kepala.

Pada kelahiran normal yang mengalami hambatan juga bisa terjadi kaput suksedaneum di kepala bayi, yakni bila ibu terlalu lama mengejan sehingga dari pembuluh darah keluar cairan yang merembes ke jaringan kulit kepala bayi. Akibatnya, kepala bayi jadi bengkak atau panjul.

Tapi Bapak dan Ibu juga tak perlu khawatir karena hal ini tak akan berlangsung lama. "Kepala bayi akan berubah ke bentuk normal dalam satu atau dua hari," kata Irawan seraya melanjutkan,

"Hal ini hampir sama dengan bayi lahir lewat pertolongan ekstrasi vakum." Bentuk kepalanya akan lebih lonjong akibat bekas tarikan tindakan tersebut. Namun kelainan bentuk kepala ini akan dapat kembali normal dalam satu bulan setelah kelahiran.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved