Senin, 20 April 2026

Benarkah Makanan Organik Lebih Ampuh Cegah Kanker? Ini Penjelasan dari Ahli Gizi

Klaim makanan organik lebih sehat dan mencegah kanker belum didukung bukti ilmiah kuat. Ini yang harus diperhatikan.

Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
GERARD WONG - Principal Ahli Gizi di Parkway Cancer Centre, Gerard Wong, menjelaskan bahwa belum ada bukti ilmiah kuat yang menyebut makanan organik lebih ampuh mencegah kanker, dalam Forum Onkologi Lessons for Life 2026: Cancer Care Conversations IHH Healthcare Singapore, Sabtu (18/4/2026). Ia menegaskan pentingnya menjaga pola makan seimbang dibanding hanya berfokus pada label organik. 

Ringkasan Berita:
  • Klaim makanan organik lebih sehat dan mencegah kanker belum didukung bukti ilmiah kuat
  • Perbedaan regulasi antarnegara membuat standar label organik tidak seragam secara global
  • Pola makan seimbang lebih penting dibanding hanya berfokus pada konsumsi makanan organik

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren konsumsi makanan organik terus meningkat. Banyak orang percaya bahwa label “organik” berarti lebih sehat, lebih aman, bahkan lebih ampuh dalam mencegah kanker.

Namun, menurut Principal Ahli Gizi di Parkway Cancer Centre, Gerard Wong, klaim tersebut belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Saya pikir makanan organik itu sulit, karena ketika Anda berbicara tentang makanan organik, itu, itu tidak benar-benar studi untuk mengatakan apakah itu pro atau kontra,” ujarnya dalam Forum Onkologi Lessons for Life 2026: Cancer Care Conversations IHH Healthcare Singapore yang juga diselenggarakan secara laring, Sabtu (18/4/2026).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa hingga saat ini, belum ada kesimpulan pasti apakah makanan organik benar-benar lebih baik dalam konteks pencegahan kanker.

Gerard juga menyoroti bahwa definisi makanan organik sendiri bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan di masing-masing negara.

“Hal lainnya adalah kebijakannya. Singapura, Amerika Serikat sendiri adalah negara yang mengimpor banyak makanan dan pangan dari berbagai negara, memiliki undang-undang atau peraturan yang berbeda seputar istilah organik,” jelasnya.

Perbedaan regulasi ini membuat label organik tidak selalu memiliki standar yang sama secara global.

Meski demikian, Gerard memiliki preferensi pribadi dalam memilih makanan organik.

“Saya katakan kepada mereka, ya, saya akan membeli daging organik, tapi saya cenderung tidak membeli sayuran organik,” katanya.

Ia mengaku merasakan perbedaan, terutama saat daging organik dimasak.

“Ketika Anda membeli daging organik dan ketika Anda memasaknya, ada perbedaan rasa,” lanjutnya.

Baca juga: Benarkah Pola Makan Sehat Bisa Cegah Semua Kanker? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Namun, ia juga menegaskan bahwa keamanan pangan secara umum tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap produk non-organik.

“Dan saya hanya percaya bahwa di Singapura, HSA (Health Sciences Authority) melakukan tugasnya, bahwa semua yang diimpor aman untuk dikonsumsi warga Singapura,” ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved