FKUI Layani Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Janin
FKUI melayani pemeriksaan wanita hamil idap infeksi HIV/AIDS untuk mencegah penularan vertikal dari ibu ke janin.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laboraturium Mikrobiologi Klinis (LMK) FKUI berperan penting dalam penatalaksanaan penyakit infeksi di Indonesia. Salah satunya pemeriksaan HIV dilakukan dengan inisiatif provider kepada ibu hamil juga dilakukan menggunakan beberapa metode, rapid test atau ELISA dan pemeriksaan Wester Blot.
Tujuan untuk memastikan apakah seseorang wanita hamil idap infeksi HIV/AIDS dan segera dilakukan pengobatan antiretroviral untuk mencegah penularan vertikal dari ibu ke janin.
"Diagnosis dapat ditegakkan jika 2 dari 3 pemeriksaan ELISAHIV positif," ungkap ungkap Dr.dr. Ali Sungkar, SpOG (K) di Jakarta, Senin (19/12/2011).
Jumlah virus dapat dipastikan dengan pemeriksaan virus load dengan pemeriksaan PCR.
Beberapa gejala ginekologi lainnya yang sering dikeluhkan dan dapat menyerang wanita mulai dari anak- anak sampai wanita dewasa atau menopause adalah keputihan.
"Di LMK pemeriksaan keputihan dilakukan dengan kriteria Nugent dimana pemeriksaan ini relatif mudah tetapi banyak laboratorium yang tidak mampu melakukannya. Diagnosa dengan menggunakan Kriteria Nugent, yaitu metode yang memiliki kelebihan pada sisi objektifitas,
nilai sensitivitas, dan spesifitas yang baik. Kriteria Nugent memerlukan kemampuan pemeriksa
dalam menghitung jumlah bakteri spesifik sehingga perlu dibuktikan reliabilitasnya," tutupnya.