Breaking News:

Kedokteran

Ini Kelemahan Dokter Indonesia yang Harus Dibenahi

Dibanding dokter luar negeri, kualitas dokter Indonesia sebenarnya tak kalah bagus. Yang membedakan adalah kualitas layanan.

zoom-inlihat foto Ini Kelemahan Dokter Indonesia yang Harus Dibenahi
istimewa
Dokter

Laporan Wartawan Tribunnews, Agustina NR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Dalam rangka pasar bebas ASEAN 2015, Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menyiapkan diri untuk bersaing dengan dokter dari luar negeri, Selasa (13/11/2012), di Jakarta.

Saat ini, dokter, dan rumah sakit (dengan modal) asing telah membuka praktik di Indonesia. Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makasar menjadi kota-kota pilihan mereka. Mereka mengedepankan kualitas sumber daya manusia (dokter dan tenaga medis lain), serta memiliki teknologi terkini. Bagaimana kondisi dokter Indonesia? Terlebih dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015?

"Dokter di Indonesia tidak 100 persen siap," jawab dr. Pranawa, SpPD, KGH, anggota bidang advokasi PB PAPDI dalam temu media.

Dokter di Indonesia, lanjut Pranawa, memiliki skill yang dapat disejajarkan dengan dokter asing. Namun, dalam sisi produk, promosi, dan layanan delivery belum siap. Untuk meningkatkan kualitas dokter dan layanan kesehatan di Indonesia, tidak hanya melibatkan semua dokter dan ikatan profesi (Ikatan Dokter Indonesia - IDI), tetapi juga kebijakan pemerintah.

Pranawa menyoroti tentang undang-undang tentang praktek kedokteran. Menurut UU, dokter yang akan berpraktek dibatasi pada tiga tempat paktek, dengan alasan dokter tidak boleh capai.

"Kalau di Jakarta boleh, karena banyak dokter apalagi yang spesialis, tapi kalau di daerah kan nggak begitu. Nanti kekurangan dokter, lalu dokter asing akan masuk," ujar Pranawa.

Kebijakan peraturan atau perundang-undangan pemerintah Indonesia terhadap tenaga kesehatan asing sangat longgar. Seharusnya, Indonesia memiliki standar peraturan dan tes untuk tenaga kesehatan asing, agar mereka tidak mudah masuk ke Indonesia.

"Permen harus diatur, orang asing boleh masuk ke sini dengan syarat tertentu. Misalnya dokter spesialis asing dites tentang tipes, demam berdarah, batuk-pilek, apa mereka bisa?" tambah Pranawa.

Di Indonesia tercatat 100.000 dokter anggota IDI dan 2544 dokter anggota PAPDI. IDI beserta PAPDI turut bertanggung jawab menyiapkan dokter Indonesia agar dapar bersaing dengan dokter negara lain, bahkan menjadi pemain dalam pasar tunggal ASEAN. Masalah tersebut juga akan dibahas dalam Muktamar IDI pada 26 November mendatang.

Baca Artikel Menarik Lainnya

Berita Populer
Penulis: Agustina Rasyida
Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved