Kamis, 16 April 2026

Sering Dianggap Sepele, Menggoreng Sayur Ternyata Punya Dampak Ini

Tidak semua jenis sayur cocok untuk dimasak dengan cara digoreng karena dapat menghilangkan nutrisi di dalamnya.

Shutterstock
SAYURAN GORENG - Ilustrasi terong goreng. Beberapa jenis sayur tidak cocok untuk diolah dengan cara digoreng karena bisa berbahaya bagi kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Sayur merupakan salah satu jenis makanan yang hampir selalu direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari. Bukan tanpa alasan, kandungan vitamin, mineral, hingga serat di dalamnya punya banyak manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, mulai dari melancarkan pencernaan hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

Meski sayuran dianjurkan untuk diolah secara sederhana, seperti direbus, agar kandungan nutrisinya tetap optimal, tidak semua orang dapat menikmatinya dengan cara tersebut. Beberapa jenis sayuran memiliki rasa yang cenderung pahit atau kurang akrab di lidah, sehingga membuat sebagian orang memilih mengolahnya dengan cara lain agar lebih lezat dan menggugah selera.

Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah dengan menggoreng. Teksturnya jadi lebih renyah, rasanya pun gurih dan lebih “masuk” di lidah. Selain itu, metode pengolahan ini juga cenderung menyamarkan rasa asli sayuran. Enggak heran kalau olahan sayur goreng sering jadi favorit untuk menu sehari-hari.

Namun di balik kelezatannya, tidak semua sayuran cocok dimasak dengan cara digoreng. Alih-alih menjadi lebih sehat, beberapa jenis sayur justru bisa kehilangan nutrisi penting, bahkan berpotensi kurang baik bagi tubuh jika terlalu sering diolah dengan minyak panas.

Mengapa Menggoreng Sayur Perlu Dibatasi?

Melansir dari Kompas.com, proses penggorengan dapat membuat sayuran menyerap minyak dalam jumlah besar, sehingga kandungan kalorinya meningkat. Selain itu, suhu tinggi juga dapat merusak vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan beberapa antioksidan.

Jika dikonsumsi terlalu sering, sayur yang digoreng juga bisa memberikan efek kurang baik bagi kesehatan, terutama jika dikaitkan dengan asupan lemak berlebih.

Baca juga: Risiko Tersembunyi di Balik Lezatnya Sarapan Gorengan dan Nasi Uduk Pada Jantung, Telur Lebih Sehat

Agar lebih jelas, berikut beberapa jenis sayur yang sebaiknya tidak diolah dengan cara digoreng:

1. Bayam

Bayam dikenal sebagai sayuran yang kaya akan zat besi dan berbagai vitamin penting. Namun, saat digoreng, kandungan nutrisinya bisa berkurang cukup signifikan karena tidak tahan terhadap suhu tinggi. 

Teksturnya yang lembut juga membuat bayam kurang cocok diolah dengan cara digoreng. Sebagai alternatif, bayam lebih baik dimasak menjadi sayur bening atau ditumis sebentar agar nutrisinya tetap terjaga.

2. Brokoli

Brokoli juga termasuk sayur yang sering disebut sebagai superfood karena kandungan vitamin dan antioksidannya yang tinggi. Sayangnya, proses penggorengan dapat merusak kandungan tersebut. 

Selain itu, brokoli memiliki struktur yang mudah menyerap minyak, sehingga jika digoreng, kalorinya bisa meningkat drastis. Untuk hasil yang lebih sehat, brokoli sebaiknya dikukus atau ditumis ringan.

3. Terong

Terong menjadi salah satu sayur yang paling sering diolah dengan cara digoreng, baik sebagai lalapan maupun balado. Padahal, terong dikenal sangat mudah menyerap minyak. Akibatnya, terong goreng bisa mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi. 

Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini tentu kurang baik bagi kesehatan, terutama untuk jantung dan tekanan darah.

4. Kubis/Kol

Kubis atau kol goreng kerap menjadi side dish untuk makanan seperti pecel lele hingga ayam geprek. Namun, menggoreng kol dapat menyebabkan perubahan pada senyawa di dalamnya yang berpotensi kurang baik jika dikonsumsi terus-menerus.

Selain itu, kandungan vitamin C pada kol juga mudah rusak saat terkena panas tinggi, sehingga manfaatnya tidak lagi maksimal.

5. Wortel

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved