Rabu, 22 April 2026

Kisah Penderita Kanker Paru Nyaris Bunuh Diri karena Tak Kunjung Sembuh

Ini kisah penderita tuberkulosis yang nyaris bunuh diri lantaran penyakit kanker parunya tak kunjung sembuh.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Penderita tuberkolosis alias TBC (kanker paru-paru) ternyata masih mendapat perlakuan diskriminasi di lingkungan tempat bekerja.

Penderita yang membutuhkan waktu pengobatan enam bulan terus menerus rentan mendapat perlakuan tidak adil. Ini bisa jadi pemahaman yang kurang dari pimpinan membuat penderita TB bisa kehilangan pekerjaan.

Bagaimana ini bisa terjadi? Rupanya karena pimpinan tidak mau mengerti dengan karyawannya yang selalu pakai masker lantaran menderita TB.

Maunya penderita biar tidak menular ke rekan sekerja, tapi ini sering dianggap 'pencemaran pandangan' oleh bos kantor.

Apalagi, tidak tanggung-tanggung, penderita TB setidaknya harus menggunakan masker selama enam bulan masa pengobatan. Begitu selama sebulan menggunakan masker menimbulkan pertanyaan pimpinan.

Jika pimpinan kurang pengertian terhadap, mereka akan cenderung memecat karyawan penderita TB.

Padahal langkah protektif ini lebih bagus ketimbang penderita tidak lapor atau mengaku menderita TB sehingga rekan-rekannya bisa saja tertular TB dari dahak yang dikeluarkan penderita TB.

Tidak hanya sebatas ancaman kehilangan pekerjaan, penderita TB rentan stres hingga mempunyai keinginan bunuh diri. Salah satunya adalah Abu Bakar (56), penderita MDR-Tb asal Surabaya, Jawa Timur.

Untuk pengobatan penyakitnya ia harus minum obat dalam jumlah banyak. Kondisi ini menyebabkan kepalanya pusing, mata berkunang-kunang, susah tidur, asam urat kambuh.

"Saya sempat kepikiran biar mati saja bersama penyakit ini. Beruntung aku terus mengingat anak istri jadi enggak saya lakukan sampai akhirnya bisa bebas setelah menjalani pengobatan selama 19 bulan," kenang Abu Bakar di Hotel Acacia Jakarta.

Baca Berita Menarik Sebelumnya

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved