Senin, 20 April 2026

MRI 3 Tesla Skyra, Nyaman untuk Deteksi Penyakit Pasien Segala Ukuran Postur

Kehadiran MRI 3 Tesla Skyra di RS Pondok Indah Grup menjanjikan kenyamanan diagnosa pasien segala ukuran tubuh.

Penulis: Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM - Sebelum mendiagnosis pasien, biasanya dokter akan melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

MRI menghasilkan gambar-gambar yang memudahkan dokter untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan yang terjadi pada tubuh pasien. Di Indonesia, mesin MRI yang umum digunakan adalah MRI 1,5 Tesla.

Walau bermanfaat, ternyata banyak pasien yang kurang nyaman melakukan tes MRI dengan mesin tersebut. Hal ini diakui dr. Med. Luqman Adji Saptogino, Sp.Rad (K), Sp.KN, Dokter Spesialis Radiologi RS Pondok Indah saat peluncuran MRI 3 Tesla Skyra untuk RS Pondok Indah Grup di Hotel Mulia, Kamis (20/2/2014).

"Penyebab umumnya adalah suara mesin yang terlalu gaduh. Belum lagi diameter mesin yang terlalu sempit yaitu 60 cm sehingga terasa kurang nyaman bagi pasien bertubuh besar dan penderita klaustrofobia," katanya.

Oleh karena itu, ia menyambut baik kehadiran MRI 3 Tesla Skyra di RS Pondok Indah Grup.

Berbeda dari MRI 1,5 Tesla, teknologi kesehatan termutakhir dari Siemens ini menawarkan berbagai keunggulan, baik bagi dokter maupun pasien.

Mesin ini berkapasitas 3 Tesla (satuan dari intensitas magnet). Semakin besar teslanya atau intensitas magnetnya, semakin baik resolusi pencitraan kondisi di dalam tubuh yang dihasilkan.

Itu berarti akan semakin membantu dokter dalam mendiagnosis seorang pasien sedini mungkin. Dengan demikian, peluang pasien untuk terhindar dari penyakit ganas atau sembuh lebih cepat akan semakin besar.

Di samping pencitraan yang akurat, mesin non-invasif ini diklaim sangat "patient friendly" atau bersahabat bagi pasien.

Dengan MRI 3 Tesla, waktu yang dibutuhkan untuk pencitraan jauh lebih singkat yaitu 20-30 menit. Sementara dengan mesin versi sebelumnya, pasien membutuhkan waktu 1-2 jam.

Mesin ini juga memberi keuntungan tersendiri bagi pasien jantung. Kelainan pada jantung dapat terdeteksi lebih jelas karena medan magnet yang besar menghasilkan sinyal yang kuat untuk merekonstruksi organ tubuh yang bergerak. Pasien pun tak perlu menahan napas saat pemeriksaan.

Perpaduan apik dari konsep Design Bore Open, magnet yang kuat, diameter lubang gantry yang lebih besar 10 sentimeter dari versi sebelumnya, serta shorter magnet, memungkinkan pemeriksaan dilakukan dengan posisi kepala di luar gantry.

Mesin ini juga dilengkapi sistem pencahayaan khusus yang dinamakan Illunination Mood Lighting. Selain itu, bunyi yang ditimbulkan juga jauh lebih tenang.

Konsep yang demikian diharapkan dapat menciptakan atmosfer yang lebih rileks sehingga mengurangi ketegangan pasien saat melakukan tes MRI. Mesin ini tak memiliki efek samping dan aman digunakan oleh siapapun, termasuk anak-anak dan ibu hamil (trisemester pertama).

Harga tes dengan mesin ini memang 20-30 persen lebih mahal dari harga tes MRI 1,5 Tesla. Namun bagi pasien yang mengedepankan diagnosis yang akurat tanpa mengorbankan kenyamanan, rasanya MRI 3 Tesla Skyra bisa menjadi pilihan tepat.

Daniel Ngantung

Tags
penyakit
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved