Jumat, 23 Januari 2026

Benarkah Menangis Bisa Menguatkan Paru-paru Bayi?

Bayi yang menangis akan menelan banyak udara saat menangis, yang membuat mereka semakin menderita dan tangisannya semakin panjang.

TRIBUNNEWS.COM - Setelah lahir, bayi akan mengetahui dua hal: cara mengisap dan cara menangis.

Karena itu tak heran kalau menangis akan menjadi bagian keseharian hidupnya.  Bahkan,  rata-rata bayi baru lahir akan menangis selama dua jam setiap harinya.

Kemudian, di antara hari pertama dan umur enam minggu,  jumlah tangisannya akan meningkat menjadi hampir 3 jam per hari, apa pun yang Mama lakukan! 

Tapi setelah itu, umumnya jumlah tangisan bayi akan menurun menjadi sekitar satu jam per hari. 

Saat si kecil menangis terus-menerus, mungkin sebenarnya hal itu lebih melelahkan Mama dan Papa ketimbang dirinya sendiri.

Apalagi setelah mendengar suara tangisannya menjadi serak akibat menangis terlalu lama.

Sementara, bayi yang menangis akan menelan banyak udara saat menangis, yang membuat mereka semakin menderita dan tangisannya pun menjadi semakin panjang. 

Kalau sudah kelelahan, Mama mungkin akan dihadapkan pada dua pilihan.

Terus berusaha menenangkan dirinya, atau membiarkannya menangis sampai berhenti sendiri.

Bukankah Mama sering mendengar saran bahwa lama menangis akan menguatkan paru-paru bayi?

Sebentar, benarkah membiarkan bayi menangis akan menguatkan paru-parunya?

Selain itu benarkah bayi laki-laki cenderung lebih sering menangis ketimbang bayi perempuan?

Menurut sejumlah pakar,  menangis tidak menguatkan paru-paru bayi, bahkan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap organ tubuhnya tersebut.

Bayi menangis karena suatu sebab, meski terkadang sulit bagi Mama dan Papa untuk menemukan penyebab pasti mengapa si kecil menangis.

Bayi mungkin saja tengah merasa  lapar,  lelah,  basah, atau mendapatkan stimulasi yang berlebihan.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved