Breaking News:

Kapan Waktu yang Tepat bagi Anak untuk Tidur Sendiri di Kamarnya?

Mengajarkan anak untuk tidur sendiri di kamarnya merupakan tantangan besar bagi orangtua.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Mengajarkan anak untuk tidur sendiri di kamarnya merupakan tantangan besar bagi orangtua.

Umumnya, papa mama akan tidur bersama anak sampai sekitar kelas 4 atau 5 SD.

Saat itu, anak laki-laki biasanya mulai merasa malu jika masih tidur bersama orangtua. Apalagi jika kemudian ada adik-adiknya. Anak akan merasa privasinya mulai berkurang.

Padahal, membiarkan anak tidur sendiri sebenarnya bukan hanya karena alasan tersebut.

Anak perlu didorong untuk tidur sendiri sehingga mereka menjadi mandiri dan percaya diri. Jadi, anak harus mulai tidur sendiri sebelum usia tersebut. Idealnya, kapan anak bisa mulai tidur sendiri?

Menurut Margot Sunderland, direktur pendidikan di Centre for Child Mental Health di London, menyarankan orangtua untuk membiarkan anak tidur bersama mereka hingga usia 5 tahun.

Tidur bersama orangtua, atau co-sleeping, membuat anak tumbuh menjadi orang yang tenang dan sehat. Kesimpulannya ini dirangkum dalam buku The Science of Parenting, setelah menganalisa 800 studi ilmiah.

Menurutnya, anak seharusnya tidak dibiarkan tidur sendiri ketika usianya masih beberapa minggu atau bulan (praktik yang umum dilakukan di negara-negara Barat).

Sebab, memisahkan anak dari orangtuanya sebelum waktunya akan meningkatkan hormon stres seperti kortisol.

Dalam suatu studi neurologi pada tahun 2003 disebutkan, bayi yang dipisahkan dari orangtuanya akan mengalami aktivitas otak yang serupa dengan sakit secara fisik.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved