Jumat, 23 Januari 2026

Jarang Sarapan Bisa Terkena Diabetes?

Anda akan terkejut jika tahu bahwa ada kebiasaan sehari-hari yang nampaknya sepele, tapi juga berbahaya bagi kadar gula Anda.

pluslifestyles
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Obesitas dan pola makan yang buruk bukan satu-satunya pemicu diabetes.

Anda akan terkejut jika tahu bahwa ada kebiasaan sehari-hari yang nampaknya sepele, tapi juga berbahaya bagi kadar gula Anda.

Baca: Tanggapi ‎Ombudsman‎ Soal TKA, Moeldoko: Perlu dibentuk Tim Bersama dan Tindak Tegas

1. Anda memusuhi kopi

Kopi tidaklah seburuk yang dipikir oleh beberapa orang selama ini. Studi oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan, mereka yang minum enam cangkir kopi perhari memiliki risiko diabetes tipe-2, 33 persen lebih rendah dari bukan peminum kopi.

Tentu saja, jika kopinya tidak sarat dengan gula. Nampaknya, ada senyawa di dalam kopi yang mengurangi resistansi insulin dan meningkatkan metabolisme glukosa.

2. Anda hobi bergadang

Jika tengah malam adalah waktu favorit Anda untuk beraktivitas, hati-hati! Besar kemungkinan Anda termasuk golongan orang berisiko tinggi diabetes.

Sebuah studi di Korea Selatan menemukan, orang yang suka bergadang lebih berisiko terkena diabetes dibanding mereka yang tidur di waktu-waktu normal.

Mereka yang suka bergadang cenderung lebih terekspose cahaya dari TV dan ponsel, menyebabkan sensitivitas insulin meningkat dan regulasi gula darah melambat.

3. Pola makan rendah probiotik

Risiko diabetes meningkat ketika jumlah bakteri jahat di dalam pencernaan lebih banyak dari bakteri baik, kata Betul Hatipoglu, MD, pakar endokrin Cleveland Clinic.

Pencernaan Anda memerlukan bakteri baik bernama probiotik agar bisa berfungsi normal. Rendahnya probiotik telah dihubungkan dengan inflamasi yang berujung pada resistansi insulin. Yogurt adalah salah satu minuman yang kaya probiotik dan mudah didapat di manapun.

4. Sering menggunakan wadah plastik

Memanaskan kembali makanan di dalam wadah plastik dapat meningkatkan risiko diabetes. Peneliti dari NYU Langone Medical Center di New York, menemukan bahwa dua zat yang biasa ada di produk berbahan plastik dapat meningkatkan resistansi insulin pada anak dan remaja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved