Enesis Group Upayakan Indonesia yang Lebih Sehat Dimulai dari Sekolah

Enesis Group berkomitmen untuk meningkatkan kualitas masyarakat sejak dini. Oleh karena itu, bekerja sama dengan Kemenkes, Enesis Group akan fokus mel

Editor: Content Writer
Enesis Group
Sejak 2015, Enesis Group telah fokus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program CSR. Berkolaborasi dengan Kemenkes, salah satu program Enesis Group adalah sosialisasi pencegahan DBD. 

“Kami memilih bukan dari segi uang yang diberikan, tetapi impact-nya terhadap masyarakat seberapa besar, bagaimana mereka memecahkan masalah masyarakat dengan cara-cara mudah diaplikasikan untuk masyarakat, dan bagaimana program itu bisa berkelanjutan,” tambah Riskiyana.

Enesis Group tanamkan edukasi cegah DBD kepada anak-anak

enesis group csr 3
Pada 2017, Enesis Group fokus sosialisasi pencegahan DBD di sekolah dengan mengoleskan losion anti nyamuk.

Ini bukan kali pertama Enesis mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama Kemenkes. Sejak 2015, Enesis Group telah bermitra dengan Kemenkes untuk secara konsisten melakukan edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui puskesmas di beberapa kota di Indonesia.

Masyarakat pasti sudah akrab dengan Soffell, losion anti nyamuk yang populer di Indonesia. Mengusung produk ini, Enesis Group telah melakukan program sosialisasi pencegahan gigitan nyamuk yang efektif. Misalnya, dengan melalui gerakan 3M+, di mana selain menguras, menutup, dan mengubur, ada pula mengoleskan losion anti nyamuk.

Elkana Lewerissa, Head of Public Relations Enesis Group mengatakan, tujuan sosialisasi ini senada dengan upaya pemerintah untuk mengurangi dan mencegah penyebaran DBD. “Tidak hanya demam berdarah, tetapi mencegah masyarakat dari gigitan nyamuk yang menyebabkan penyakit-penyakit lainnya,” terang Elkana.

enesis group csr 4
Pada 2015-2018, Enesis Group lebih banyak memfokuskan program sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakat dewasa melalui puskesmas.

Selama tiga tahun ke belakang, Enesis Group lebih banyak memfokuskan program sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakat dewasa. Namun, mulai 2019 mereka akan fokus menyasar anak-anak melalui sekolah-sekolah yang tersebar di empat kota di Indonesia, yakni Malang, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta.

Elkana kembali menekankan pentingnya sosialisasi pencegahan DBD sejak dini. “Ada baiknya jika sosialisasi ini sudah dilakukan sejak dini. Nah, dalam tiga tahun berikutnya ini kita fokus jalankan program di sekolah. Mengapa? Karena sosialisasi sejak dini itu lebih efektif,” paparnya

Berbagai program menarik pun akan dilaksanakan, seperti penganugerahan Dokter Cilik yang dipilih dari siswa sekolah, di mana mereka akan berlaku sebagai jumantik (juru pemantau jentik) yang dapat menjelaskan cara mencegah nyamuk kepada keluarga dan lingkungan pergaulannya.

“Nantinya, diharapkan mereka bisa jadi jumantik di keluarganya masing-masing dan teman-temannya. Bisa dibilang mereka akan jadi ambassador mengenai edukasi pencegahan gigitan nyamuk,” kata Elkana.

Selain itu, akan digelar pula workshop membuat lavitrap, yakni perangkap telur nyamuk yang dapat dibuat swakarya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved