Yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Kejang Demam

Tingginya suhu tubuh karena infeksi bisa menimbulkan kejang demam pada anak.

Yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Kejang Demam
www.consumerreports.org
Cara menurunkan panas anak di malam hari. 

TRIBUNNEWS.COM - Tingginya suhu tubuh karena infeksi bisa menimbulkan kejang demam pada anak.

Anak-anak yang berusia 3 bulan hingga 6 tahun bisa mengalami kejam demam. Tetapi, yang paling umum  terjadi pada balita yang berusia antara 12 hingga 18 bulan.

Orangtua mungkin akan merasa takut ketika anak mengalami kejang demam. Tak jarang kondisi anak yang seperti ini membuat orangtua panik.

Untungnya, kejam demam pada anak biasanya tidak berbahaya dan tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius.

Baca: Anak Demam Usai Bermain di Luar Rumah? Jangan Panik, Bisa Jadi si Kecil Dehidrasi, Lakukan Hal Ini

Kebanyakan kejang demam tidak menyebabkan efek yang bertahan lama. Seperti tidak menyebabkan kerusakan otak, cacat intelektual atau ketidakmampuan belajar, dan tidak membuat anak memiliki gangguan kesehatan yang serius seperti epilepsi.

Saat mengalami kejang demam, biasanya tubuh anak akan menjadi sangat kaku dan menjadi jarang bergerak.

Adapun gejala-gejala yang terjadi pada anak saat mengalami kejang demam, yaitu: demam lebih tinggi dari 38 C, hilangnya kesadaran, kejang-kejang atau gemetar di seluruh tubuh, tidak responsif.

Anak juga sering mengerang, kehilangan kontrol pada kandung kemih hingga mungkin menyebabkannya mengompol, serta lidah dan mulut yang berdarah karena digigit.

Kejang demam diklasifikasikan menjadi 2, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks.

Kejang demam sederhana

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved