Jumat, 29 Agustus 2025

Hidrasi Cukup dan Jaga Berat Badan Demi Kesehatan Tulang Belakang sehingga Tampil Menawan

Kekuragan cairan tubuh 2% saja dapat membuat berkurangnya energy tubuh, jadi jangan tunggu sampai kita merasakan haus, itu idealnya

Editor: Eko Sutriyanto

Hubungan yang pasti antara penurunan berat badan dengan kejadian nyeri tulang belakang masih belum bisa di jelaskan secara pasti, dikarenakan masih minimnya penelitian yang dilakukan terkait dhal ini.

Namun aktivitasolahraga tertentu banyak disebutkan mampu mengurangi episode nyeri seorang.

Seperti yang disampaikan dalam sebuah jurnal kesehatan, dimana pergerakan atau aktivitas tertentu dapat meningkatkan suplai darah yang membawa nutrient, hingga menuju ke bantalan sendi tulang belakang, hingga jaringan lunak sekitar tulang belakang.

Suplai nutrisi yang adekuat inilah yang selanjutnya tetap menjaga bantalan sendi, otot, dan ligament serta sendi tulang belakang dalam kondisi yang prima.

Baca: Dokter Terawan Ungkap Alasan Ani Yudhoyono Batal Terima Donor Sumsum Tulang Belakang Sebelum Wafat

“Banyak orang yang salah kaprah, ketika nyeri tulang belakang muncul, mereka malah menghindari atau terlalu over proteksi pada tulang belakangnya. Yang berujung pada penurunan aktivitas,” jelas Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS, SpKP, pakar nyeri tulang belakang Lamina Pain and Spine Center.

“Padahal sesungguhnya dengan melakukan aktivitas akan dapat mengurangi derajat keparahan nyeridibandingkan hanya bed rest saja,” tambahnya.

Wawan menyebutkan bed rest yang dianjurkan pada penderita nyeri tulang belakang itu 2-3 hari saja, tidak boleh lebih. Istirahat berlebih malah dapat menyebabkan struktur penumpu tulang belakang seperti otot, ligament menjadi kaku atau mengalami kelemahan.

Modalitas Terapi Nyeri Tulang Belakang

Nyeri tulang belakang, umumnya akan membaik dalam 2-3 hari dengan melakukan istirahat.

Namun pada beberapa kondisi mungkin nyeri masih saja ada, meski istirahat sudah dilakukan, bahkan tak jarang nyeri bertambah berat dengan seiringnya waktu.

Pada kondisi seperti inilah Anda harus segera berkunjung ke dokter atau klinik yang focus mengatasi masalah nyeri dan tulang belakang.

Pada tahap awal, obat-obatan nyeri yang di jual bebas mungkin dapat digunakan untuk mengatasi nyeri tulang belakang akut, diikuti dengan istirahat.

Obat-obatan tersebut termasuk diantaranya golongan obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) seperti ibuprofen, naproxen sodium.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Selasa 3 September 2019, Taurus Perhatikan Kesehatan, Leo Tampak Bahagia

“Obat-obatan golongan relaksan otot, anti depressant, dan injeksi juga terbukti dapat mengatasi secara efektif nyeri tulang belakang. Hanya saja pemberiannya harus melalui resep dokter,” jelas Dr. Wawan.

“Pada kasus yang lebih berat, terapi minimally invasive seperti radiofrekuensi ablasi, laser disektomi, racz kateter, kifoplasti, endoskopi hingga open suegery, yang ada di Lamina Pain and Spine Center, juga bisa menjadi solusi,” ujar Diana Hestya, MM selaku Chief Marketing Officer Lamina Pain and Spine Center.

Menurutnya kompetensi dokter-dokter di Lamina Pain and Spine Center tidak usah diragukan lagi, ditahun 2018 hingga pertengahan 2019 ini, kami sudah melakukan tindakan minimally invasive spine surgery pada 1200 pasien.

Angka ini merupakan angka terbanyak di Indonesia

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan