Anak Lahap Makan Tapi Berat Badan Malah Turun, Bisa Jadi Diabetes

Penyakit diabetes bisa bisa terjadi anak-anak. Terlebih dengan gaya hidup kekinian yang minim aktivitas, dan kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula.

Anak Lahap Makan Tapi Berat Badan Malah Turun, Bisa Jadi Diabetes
Facebook Hendra Dwi Hermawan Kolase Ilustrasi
Bocah berinisial A berumur 3 tahun derita diabetes, unggahan Facebook Hendra Dwi Hermawan, pada Senin (30/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit diabetes bisa bisa terjadi anak-anak. Terlebih dengan gaya hidup kekinian yang minim aktivitas, ditambah lagi kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

Dokter spesialis anak, Dr. dr Nanis Sacharina Marzuki berbagi tips mudah mengenali diabetes pada anak yakni dengan memperhatikan perubahan pada anak.

Kalau anak sudah banyak minum, banyak kencing dan banyak makan tapi berat badannya mulai turun maka bisa jadi anak terkena diabetes.

Baca: Tak Sepenuhnya Sehat, Ini 5 Bahaya Konsumsi Nasi Putih: Potensi Obesitas Hingga Diabetes Tipe 2

Baca: Jangan Suka Begadang, Bisa Berpotensi Terkena Diabetes!

Baca: Agar Diabetes Aman, Hindari Stres dan Marah-Marah

Dokter spesialis anak, Dr. dr Nanis Sacharina Marzuki
Dokter spesialis anak, Dr. dr Nanis Sacharina Marzuki saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (11/10/2019).

"Kelihatan tuh kalau banyak minum banyak makan kan berat berat badan aturan naik ini malah turun. Jangan ragu untuk meriksa," ucap dr. Nanis saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (11/10/2019).

Penurunan berat badan ini memang derastis biasanya terjadi secara bertahap, bisa terjadi sampai enam bulan hingga satu tahun tergantung kerja dari pankreasnya.

Sehingga orangtua disarankan agar rutin menimbang berat badan anak untuk mengenali perkembangan anak terlebih pada anak umur diatas dua tahun yang sudah tidak intens lagi kontrol kesehatan ke dokter.

"Ya kalau tidak rutin menimbang berat badan anak gak bakal ketahuan. Setidaknya setahun sekali lah kalau anak diatas dua tahun," kata dr. Nanis.

Adapun biasanya anak-anak yang terkena diabetes mengidap diabetes tipe 1, yang penanganannya dapat dilakukan dengan suntikan insulin, pengaturan makanan, olahraga dan pemantauan mandiri.

Baca: Terlalu Sering Ikuti Tren Konsumsi Makanan Manis, Gadis Ini Idap Diabetes hingga Alami Kebutaan

"Insulin seumur hidup, belum ada terapi yang menggantikan insulin. Insulin itu harus disuntik sebelum makan, sebelum tidur malam jam 1 dan 2 paling tidam ada 8 suntikan," ungkap dr. Nanis.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved