Penyebab Kematian Tertinggi pada Pasien Lupus karena Gangguan Organ
Lupus yang tidak terkendali dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh, termasuk organ-organ vital yang menentukan keselamatan pasien.
Ringkasan Berita:
- Pada pasien lupus umumnya bukan hanya karena penyakitnya. Tapi, akibat komplikasi serius yang muncul setelah organ tubuh mengalami kerusakan
- Lupus yang tidak terkendali dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh, termasuk organ-organ vital yang menentukan keselamatan pasien
- Risiko komplikasi berat sebenarnya bisa ditekan jika lupus dikenali dan ditangani sejak awal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lupus sering dianggap sekadar penyakit autoimun yang menyebabkan nyeri sendi atau mudah lelah.
Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, lupus bisa menyerang organ vital tubuh dan meningkatkan risiko kematian.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi dr. Sandra Sinthya Langow mengatakan, tingginya angka kematian pada pasien lupus umumnya bukan hanya karena penyakitnya.
Tetapi akibat komplikasi serius yang muncul setelah organ tubuh mengalami kerusakan.
Baca juga: 3 Mitos Keliru Seputar Lupus yang Bisa Hambat Kesembuhan Si Penderita
“Kemudian yang ketiga tentang, risiko kematian pada pasien-pasien lupus itu terjadi karena gangguan organ,” ujar dr. Sandra pada konferensi Media Hari Lupus Sedunia: Dari Beban Menuju Hidup Lebih Baik Melalui Peningkatan Penanganan Systemic Lupus Erythematosus yang diselenggarakan Atrazeneca, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, lupus yang tidak terkendali dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh, termasuk organ-organ vital yang menentukan keselamatan pasien.
Lupus Bisa Menyerang Otak hingga Ginjal
Dr. Sandra menjelaskan, lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang memicu peradangan berkepanjangan di dalam tubuh.
Jika tidak dikendalikan, peradangan tersebut bisa merusak organ secara perlahan tanpa disadari pasien.
“Jadi kita tahu lupus yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan gangguan organ. Dan gangguan organ itu macam-macam ya, jadi maksudnya mulai dari dia bisa menyelam otak, kemudian organ vital yang terutama ya, kemudian jantung dan paru, kemudian bisa menyelam ginjal,” jelasnya.
Kerusakan organ inilah yang kemudian meningkatkan risiko komplikasi berat hingga kematian.
Pada sebagian pasien, gejala lupus memang terlihat ringan di awal. Namun ketika penyakit terus aktif dalam waktu lama, organ tubuh mulai mengalami penurunan fungsi.
Lupus Bisa Berujung Gagal Ginjal
Salah satu komplikasi yang paling sering menjadi perhatian adalah lupus yang menyerang ginjal atau lupus nefritis.
Menurut dr. Sandra, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi gagal ginjal bila terlambat ditangani.
“Jadi contohnya kalau misalnya lupus ginjal tidak ditangani, gagal ginjal, ya bisa meningkatkan risiko kematian,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-pasien-berbaring-ilustrasi-orang-sakit.jpg)