Bikin Usus 'Lembur', Ini Alasan Makan Terlalu Malam Merusak Metabolisme
Kesehatan usus ternyata sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari, termasuk waktu makan dan waktu tidur.
Ringkasan Berita:
- Kesehatan usus ternyata sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari, termasuk waktu makan dan waktu tidur
- Kebiasaan makan berat terlalu malam membuat tubuh bekerja saat seharusnya beristirahat. Akibatnya, proses metabolisme menjadi tidak optimal
- Menjaga kualitas tidur menjadi bagian penting untuk memulihkan kesehatan usus
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang terbiasa makan malam larut karena tuntutan pekerjaan, kemacetan, atau kebiasaan begadang.
Padahal tanpa disadari, kebiasaan makan terlalu malam dapat mengganggu kesehatan usus hingga meningkatkan risiko gangguan metabolisme dalam jangka panjang.
Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur kapan tubuh bekerja optimal dan kapan tubuh perlu beristirahat.
Dalam dunia modern yang serba cepat, ritme alami tubuh sering kali terganggu akibat jadwal makan tidak teratur, kurang tidur, hingga paparan layar gawai di malam hari.
Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao mengatakan sistem pencernaan termasuk organ yang paling sensitif terhadap perubahan ritme biologis tubuh.
Baca juga: 6 Cara Sederhana Menjaga Metabolisme Tetap Optimal dan Bantu Turunkan Berat Badan
Menurutnya, kesehatan usus ternyata sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari, termasuk waktu makan dan waktu tidur.
“Penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus dan jam biologis tubuh terus saling berkomunikasi dan memengaruhi satu sama lain untuk menjaga metabolisme, berat badan, sensitivitas insulin, kesehatan kardiovaskular, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan tetap optimal,” jelas Dr. Vipada dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Usus Punya “Jam Kerja” Sendiri
Dr. Vipada menjelaskan, tubuh manusia sebenarnya bekerja mengikuti pola alami siang dan malam. Saat pagi hingga siang hari, sistem pencernaan berada dalam kondisi aktif dan siap memproses makanan secara optimal.
Sebaliknya saat malam, tubuh mulai memberi sinyal untuk memperlambat aktivitas, termasuk sistem pencernaan.
Karena itu, kebiasaan makan berat terlalu malam membuat tubuh bekerja saat seharusnya beristirahat. Akibatnya, proses metabolisme menjadi tidak optimal.
“Tantangannya adalah gaya hidup modern secara perlahan mengganggu komunikasi alami tersebut. Begadang, jadwal makan yang tidak teratur, kerja shift, hingga kebiasaan menatap layar di malam hari dapat mengacaukan ritme jam biologis tubuh,” ujar Dr. Vipada.
Ia menambahkan, ketika ritme biologis tubuh tidak sinkron, kondisi usus juga ikut terganggu.
Dampaknya bukan hanya gangguan pencernaan biasa, tetapi juga peningkatan risiko kenaikan berat badan, gula darah tidak stabil, hingga peradangan kronis.
Menurut Dr. Vipada, salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah memperbaiki pola waktu makan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/harga-makan-siang-di-qatar.jpg)