Benarkah Pelaku LGBT Punya Potensi Tinggi Idap HIV? Berikut Penjelasan dari Pakar
Heboh kasus pelaku LGBT yang berpotensi tinggi idap virus HIV, begini jawaban pakar perkawinan dan dokter spesialis penyakit dalam.
Penulis:
Inza Maliana
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Virus HIV/AIDS memang menjadi virus yang sampai saat ini selalu menjadi sorotan.
Karena belum ditemukan obatnya, pun ketika orang-orang awam yang takut tertular virusnya.
Orang-orang dengan penderita HIV/AIDS sering mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan.
Perlakuan itu berasal dari orang awam yang belum teredukasi dengan baik atas penularan Virus HIV.
Beberapa orang tak begitu paham jika penularan virus HIV biasanya melalui kontak darah yang terinfeksi, air mani, atau dengan cairan vagina dan bisa juga melalui jarum suntik.
Beberapa hari ini muncul tagar #DaruratHIVDaruratLGBT di Twitter.
Tagar tersebut lantas menjadi perdebatan.
Lantas, benarkah tagar itu? Benarkah trend penularan HIV AIDS melalui hubungan sesama jenis menggeser penularan melalui jarum suntik pengguna narkoba?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Adityo Susilo menjelaskan 1 dari 5 lelaki yang LGBT sudah terinfeksi virus HIV.
"Informasi secara umum itu disinyalir 1 dari 5 lelaki yang LGBT sudah terinfeksi (virus HIV AIDS) dan yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa statusnya sudah terinfeksi," ujar Adityo yang dilansir melalui tayangan tvOne pada Sabtu (7/12/2019).
Awalnya, Adit menuturkan kendala yang terjadi pada penderita HIV adalah tidak menyadari dirinya terinfeksi virusnya.
"Kendalanya pada saat infeksi virus HIV masuk pertama kali atau di stadium awal itu umumnya tidak ada gejala khusus atau spesifik yang akhirnya membuat yang bersangkutan itu menyadari bahwa dirinya terinfeksi," terang Adit.
Ia menyebut gejala penderita HIV bisa menyerupai penyakit flu dan lambat laun menyebabkan daya tahan tubuh turun.
"Karena infeksi HIV itu gejalanya tidak khas sekali, bisa saja gejalanya itu menyerupai orang yang sakit flu,"
"Nah yang jadi masalah pada saat HIV ini sudah berjalan selama tahunan, ini akan menyebabkan daya tahan tubuh turun," ujarnya.