Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Fakta-Fakta Sup Kelelawar, Kuliner Ekstrem Wuhan China yang Diduga Penyebar Virus Corona

Inilah empat fakta sup kelelawar, kuliner ekstrem dari Wuhan, China yang diduga menjadi penyebar virus corona.

Penulis: Sri Juliati
TWITTER/THE SUN
Inilah empat fakta sup kelelawar, kuliner ekstrem dari Wuhan, China yang diduga menjadi penyebar virus corona. 

Sup kelelawar itu bisa dimakan begitu saja.

Di sejumlah resep, tidak memasukkan kelelawar utuh.

Namun menggunakan kuah kaldu yang dipakai untuk merebus kelelawar.

Binatang mamalia itu lantas dikuliti, daging dan jeroannya kemudian ditambahkan ke kaldu.

2. Populer di sejumlah daerah

Sup kelelawar
Sup kelelawar (TWITTER)

Selain di Wuhan, sup kelelawar juga terkenal di sejumlah negara, terutama di kawasan Asia.

Sebut saja Kamboja, India, Guam, Palau, hingga Indonesia.

Di beberapa negara, kelelawar termasuk makanan ilegal karena adanya risiko penyakit zoonosis yang disebarkan ke manusia dari hewan.

Masih dari The Sun, kelelawar diketahui membawa virus Ebola dan virus Marburg lantas menyebarkannya ke manusia yang bersentuhan dengan mereka.

3. Dipercaya menjadi obat

Sup kelelawar
Sup kelelawar (pilotguides.com)

Seperti banyak hidangan dari Asia, sup kelelawar dipercaya bisa menjadi obat untuk penyakit tertentu.

Darah kelelawar, misalnya yang dianggap dapat untuk membantu gangguan pernapasan.

Terkait penggunaan kelelawar sebagai obat, melansir National Geographic, terdapat beberapa kepercayaan, darah kelelawar dapat digunakan untuk menyembuhkan penderita epilepsi.

Satu negara yang kental akan kepercayaan tersebut adalah Bolivia.

Menurut seorang ahli antropolog University of Mississippi Kate McGurn Centellas, kepercayaan manfaat darah kelelawar itu kemungkinan datang dari anggapan masyarakat, kelelawar merupakan hewan kuat yang memiliki beberapa karakter unik.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan