Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Flu Akibat Virus Corona Lebih Berat dan Disertai Gejala Lainnya

Wabah novel corona virus masih mengkhawatirkan karena jumlah korbannya yang terus bertambah dengan angka kematian

Noel Celis/AFP
Penumpang kereta bawah tanah di Beijing mengenakan masker pada hari pertama kerja, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Wabah novel corona virus masih mengkhawatirkan karena jumlah korbannya yang terus bertambah dengan angka kematian telah mencapai 813 orang.

Virus baru yang pertama kali mewabah di kota Wuhan, China itu menunjukkan gejala seperti penyakit pneumonia, yakni ganggyan pada saluran pernapasan.

Beberapa gejala yang terjadi diantaranya seperti demam, batuk, flu hingga sesak napas.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Achmad Yurianto menyebutkan gejala-gejal tersebut lebih berat jika sudah terjangkit virus corona.

Misalnya kalau gejala awalnya flu bisa berlangsung hingga seminggu yang disertai dengan gejala lainnya yang melemahkan tubuh.

Baca: Empat Penumpang Lion Air Jakarta-Banjarmasin Negatif Virus Corona

Baca: Siaga Virus Corona, KBRI Tokyo Terus Pantau Kondisi Kesehatan 78 WNI di Kapal Diamond Princess

Baca: Polisi Hong Kong Keluarkan Surat Penangkapan terhadap 2 Orang yang Lari dari Karantina Virus Corona

“Bedanya flu biasa dan flu karena novel corona virus itu gejalanya makin berat. Dalam seminggu bisa langsung panas tinggi hingga kesulitan bernafas,” kata dr. Yuri di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Gejala-gejala tersebut tentunya dikhawatirkan novel coronavirus jika terjadi setelah ada contact dengan yang positif novel corona virus atau habis bepergian dari tempat-tempat yang terjadi wabah virus corona.

Sementara itu melihat dari kasus kematian karena virus corona di China, ada penyakit pengikut dan banyak terjadi pada usia lanjut.

“Rata-rata kematian banyak di usia 60 sampai 75 tahun yang semuanya ada penyakit pengikutnya” ucap dr. Yuri

Sudah ada sekitar 6.000 orang yang dinyatakan sembuh dari novel corona virus dari total 37.289 orang yang positif virus bernama 2019-nCoV.

Novel corona virus merebak pertama kali pada Desember tahun lalu itu, ditemukan di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah dan kini telah menyebar di lebih dari 20 negara.

Novel corona virus merupakan virus baru yang belum ada obat dan vaksinnya sehingga cara paling ampuh mengatasimya adalah menjaga imunitas tubuh sehingga bisa melawan virus tersebut.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan