Breaking News:

Virus Corona

Ciri-ciri Gejala Tambahan Corona, Badan Terasa Sakit hingga Merasa Mual

Meski gejala umum virus corona sudah diketahui, namun para dokter yang menangani pasien dengan Covid-19 menemukan gejala-gejala yang tidak biasa.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona - Meski gejala umum virus corona sudah diketahui, namun para dokter yang menangani pasien dengan Covid-19 menemukan gejala-gejala yang tidak biasa. 

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai gejala seseorang terpapar virus corona atau Covid-19, sudah dapat dideteksi oleh para pakar kesehatan dunuia.

Gejala umum virus corona adalah seseorang akan mengalami demam tinggi dan batuk kering.

Bahkan, ada orang yang memiliki gejala virus corona dengan tanda-tanda mengalami sulit bernafas.

Meski gejala umum virus corona sudah diketahui, namun para dokter yang menangani pasien dengan Covid-19 menemukan gejala-gejala yang tidak biasa.

Baca: Kenali 6 Gejala Virus Corona Tidak Biasa, Bukan Cuma Batuk Kering

Baca: Penuturan Keluarga Pasien Positif Corona yang Sembuh, Penyakit Ini Seperti Cacar

Dr Edo Paz, Wakil Presiden Medis K Health memaparkan gejala tambahan yang tidak biasa dikaitkan dengan virus corona.

Dikutip dari Business Insider, alah satu gejalanya adalah seseorang akan merasa sakit perut dan mual.

Bahkan, seseorang yang terpapar virus corona atau Covid-19, dapat mengalami gejala kehilangan indera penciuman dan bau.

"Gejala tambahan yang dialami orang-orang termasuk kehilangan bau dan rasa, sakit perut, sakit tubuh, dan mual," kata Dr Edo Paz.

Masalah gastrointestinal, termasuk mual, diare, dan bahkan muntah, agak lazim pada pasien Covid-19.

Baca: Rekap Perkembangan Pasien Virus Corona Sepanjang Maret & Prediksinya di Bulan April Ini

Baca: Ciri-ciri Corona Tanpa Gejala Umum: Kehilangan Indra Perasa dan Alami Masalah Pencernaan

David Hirschwerk, spesialis penyakit menular di Northwell Health, penyedia layanan kesehatan terbesar di New York, Amerika Serikat mengatakan bahwa dari apa yang dilihatnya, '10% pasien memiliki gejala gastrointestinal'.

Namun, apa yang tidak dipahami oleh para dokter adalah mengapa tampaknya ada begitu banyak gejala - dan hasil - dari Covid-19.

Seorang penumpang yang mengenakan masker pelindung, di tengah kekhawatiran tentang wabah COVID-19, berjalan di Bandara Linate di Milan. Italia. Minggu (8/3/2020).  Pemerintah Italia mengambil langkah drastis dalam upaya untuk menghentikan penyebaran coronavirus mematikan yang melanda dunia, dengan mengkarantina paksa 15 juta orang di wilayah luas Italia utara hingga 3 April, kerena lebih dari 230 kematian, Italia telah mencatat kematian terbanyak akibat penyakit COVID-19 di negara mana pun di luar China, tempat wabah dimulai pada bulan Desember. 
(AFP/Piero CRUCIATTI) *** Local Caption *** Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengeluarkan larangan pendatang dari sejumlah negara untuk masuk wilayah Indonesia. 

Pendatang yang dilarang adalah mereka yang datang atau punya riwayat perjalanan dari wilayah-wilayah tertentu dari 4 negara yaitu China, Iran, Korea Selatan, dan Italia.
Seorang penumpang yang mengenakan masker pelindung, di tengah kekhawatiran tentang wabah COVID-19, berjalan di Bandara Linate di Milan. Italia. Minggu (8/3/2020). Pemerintah Italia mengambil langkah drastis dalam upaya untuk menghentikan penyebaran coronavirus mematikan yang melanda dunia, dengan mengkarantina paksa 15 juta orang di wilayah luas Italia utara hingga 3 April, kerena lebih dari 230 kematian, Italia telah mencatat kematian terbanyak akibat penyakit COVID-19 di negara mana pun di luar China, tempat wabah dimulai pada bulan Desember. (AFP/Piero CRUCIATTI) *** Local Caption *** Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengeluarkan larangan pendatang dari sejumlah negara untuk masuk wilayah Indonesia. Pendatang yang dilarang adalah mereka yang datang atau punya riwayat perjalanan dari wilayah-wilayah tertentu dari 4 negara yaitu China, Iran, Korea Selatan, dan Italia. (AFP/PIERO CRUCIATTI)

"Komunitas medis belum tahu mengapa virus corona mempengaruhi orang secara berbeda, dan beberapa lebih intens dari yang lain," kata Paz.

Meski begitu, Dr Rishi Desai, kepala petugas medis di Osmosis, percaya bahwa gejala dan hasil dapat langsung berkorelasi dengan cara virus corona bergerak melalui tubuh setiap orang yang terinfeksi.

Baca: Pria Ini Pura-pura Meninggal Demi Menghindari Lockdown karena Virus Corona

Baca: Umumkan 130 Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Silent Carrier di China Bisa Sepertiga Kasus Total

"Setiap orang memiliki sistem kekebalan yang unik, dan sebagai hasilnya, beberapa orang akan bereaksi sangat agresif terhadap COVID-19, dan yang lain tidak," kata Desai.

"Gejala umumnya sesuai dengan tempat virus berada di dalam tubuh," lanjutnya.

Berapa Lama Virus Corona Menunjukkan Gejalanya?

Seputar Virus Corona
Seputar Virus Corona (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Dikutip dari BBC, para ilmuwan mengatakan, virus corona biasanya membutuhkan rata-rata lima hari untuk mulai menunjukkan gejalanya.

Akan tetapi, beberapa orang akan mendapatkan gejala lebih lama dari rata-rata tersebut.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masa inkubasi berlangsung hingga 14 hari.

Spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) di Inggris juga telah memperhatikan meningkatnya laporan anosmia - istilah untuk kehilangan penciuman.

Baca: 5 Pasien Positif Corona Asal Magetan Jatim dari Klaster Seminar di Bogor Sembuh, Hari Ini Pulang

Baca: Mulai Rasakan Gejala Virus Corona seperti Batuk dan Demam, Haruskah Segera ke Dokter?

Dan semakin banyak orang di media sosial melaporkan hilangnya indera penciuman dan rasa.

Beberapa telah dinyatakan positif memiliki virus corona.

Namun, bukti sejauh ini hanya anekdotal dan virus di balik flu biasa sering menyebabkan indera penciuman dan / atau rasa yang hilang.

Orang-orang akan paling menular ketika mereka memiliki gejala, tetapi ada beberapa saran yang dapat menyebarkan virus bahkan sebelum mereka sakit.

Gejala awal dapat dengan mudah dikacaukan dengan pilek dan flu musiman.

Apa yang Harus Dilakukan Penderita Gejala Ringan?

Pasien dengan gejala ringan, seperti batuk terus menerus atau suhu tinggi di atas 37,8 derajat, harus mengisolasi diri di rumah selama setidaknya tujuh hari.

Dikutip dari laman gov.uk, mengisolasi diri di rumah kepada individu yang memiliki gejala yang mungkin disebabkan oleh virus corona sangatlah penting.

Tinggal di rumah akan membantu mengendalikan penyebaran virus ke teman-teman, komunitas yang lebih luas, dan khususnya orang yang paling rentan.

Baca: Kenali Gejala dan Ciri-ciri Virus Corona, Serta Bagaimana Cara Melakukan Karantina Sendiri di Rumah

Baca: Hampir Seluruh Anggota G20 Diprediksi Menderita Resesi karena Corona, Kecuali RI dan 2 Negara Ini

Mereka yang memiliki gejala dan hidup sendiri harus tinggal di rumah selama 7 hari setelah timbulnya gejala mereka.

Jika Anda tinggal bersama orang lain dan Anda atau salah satu dari mereka memiliki gejala yang mungkin disebabkan oleh virus corona, maka anggota keluarga harus tinggal di rumah dan tidak meninggalkan rumah selama 14 hari.

Jika memungkinkan, Anda tidak boleh keluar bahkan untuk membeli makanan atau kebutuhan pokok lainnya.

Akan tetapi jika tidak memungkinkan, maka Anda harus melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membatasi kontak sosial Anda ketika meninggalkan rumah.

Sangat mungkin bahwa orang yang tinggal dalam sebuah rumah tangga akan saling menginfeksi atau mungkin sudah terinfeksi.

Tinggal di rumah selama 14 hari akan sangat mengurangi jumlah keseluruhan infeksi yang dapat ditularkan oleh rumah tangga kepada orang lain di masyarakat.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved