Dokter Anak Ungkap Alasan Jangan Panaskan MPASI Menggunakan Microwave

Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, dr. Titis Prawitasari, SpA(K) tidak menyarankan menggunakan microwave

Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Ilustrasi anak balita sudah mendapat makanan pendamping ASI (MPASI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Makanan Pendamping ASI yang sudah disimpan rapi untuk dimakan saat siang atau sore hari sebaiknya dipanaskan lebih dulu sebelum diberikan kepada anak.

Namun, memanaskan makanan tersebut tidak sembarangan.

Baca: Dokter Tidak Sarankan Simpan Makanan Pendamping ASI di Magic Com

Sebaiknya menggunakan wadah dan dimasak di atas kompor.

Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, dr. Titis Prawitasari, SpA(K) tidak menyarankan menggunakan microwave.

Kalau menggunakan microwave, dr. Titis menyebutkan panasnya bisa saja tidak merata karena faktor wadah yang digunakan.

"Itu kelemahanhya hati-hati sering kali panasnya tidak merata jadi kalaupun mau menghangatkan pastikan dalam wadah yang tidak besar dan umumunya memastikan kematangannya merata," ungkap dr. Titis saat live di instagram IDAI, Kamis (21/5/2020).

Jika terpaksa harus memanaskan dengan microwave, disarankan menggunakan wadah yang ketebalannya tidak lebih dari 2 sentimeter agar panasnya merata.

"Kalau ingin pakai microwave tidak lebih dari dua sentimeter. Jadi ada wadah-wadah yang untuk microwave yang ketebalannya berbeda. Harus hati-hati memperhatikan kematangannya," kata dr. Titis.

Kemudian dr. Titis juga tidak menyarankan menyimpan MPASI di dalam magic-com.

Alih-alih ingin menjaga kehangatan MPASI, malah berisiko terkontaminasi karena magic-com biasanya dibuka-tutup untuk mengambil nasi.

Sebaiknya MPASI disimpan dengan wadah tertutup dulu di kulkas baru kemudian dihangatkan sebelum dikonsumsi agar tetap terjaga kebersihannya.

Baca: Mengapa Warga Nekat Berkerumun di Pasar dan Mal Padahal Sedang Corona? Ini Penjelasan Ahli

"Untuk MPASI tidak aman disimpan di magic-com, hati-hati kontaminasi apalagi magic-com bolak-balik dibuka untuk ambil nasi," kata dr. Titis.

"Setelah dimasak atau setelah dieksekusi langsung disimpan untuk yang mau dimakan nanti dan yang mau dimakan langsung disajikan," pungkas dr. Titis.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved