Breaking News:

Merasakan Kantuk Sepanjang Hari? Simak Penjelasan Ahli

Rasa kantuk tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya kurang tidur pada malam hari atau kualitas tidur yang terganggu.

Thinkstockphotos
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Pernahkah Anda merasakan kantuk sepanjang hari, sehingga menggangu produktivitas?

Rasa kantuk tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya kurang tidur pada malam hari atau kualitas tidur yang terganggu.

Umumnya, orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur pada malam hari.

Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk bisa memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan kita.

Menurut pakar pengobatan tidur dari American Academy of Sleep Medicine, Lisa Shives, kurang tidur bisa meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, dan demensia.

"Namun, beberapa orang masih bisa merasakan kantuk sepanjang hari meski telah tidur malam yang cukup," tambahnya.

Baca: Tips Memperbaiki Pola Tidur Setelah Ramadan Berakhir

Bisa jadi, rasa kantuk yang terjadi karena adanya gangguan tidur yang memengaruhi kualitas tidur kita pada malam hari.

Gangguan tidur membuat kita tak bisa tidur dengan nyenyak atau melakukan hal aneh selama tidur, seperti berjalan sambil tidur.

Baca: Foto Keluarga Pakai Masker, Zaskia Adya Mecca: Biar Ingat Terus Kita Pernah Lebaran di Masa Pandemik

Gangguan tidur juga bisa membuat seseorang mengalami "sleep attacks" atau tertidur secara tiba-tiba pada siang hari.

Gejala umum gangguan tidur Mereka yang menderita gangguan tidur biasanya mengalami gejala-gejala berikut:

  • butuh lebih dari 30 menit untuk tertidur
  • sering bangun berkali-kali dan kesulitan tidur lagi
  • sering mengantuk pada siang hari, sering tidur siang, atau tertidur tanpa sengaja pada waktu yang tidak tepat
  • mendengkur, nafas tersengal-sengal, tersedak atau henti napas dalam waktu singkat saat tidur
  • bergerak tanpa sadar atau kesemutan saat tidur
  • perilaku tidak biasa saat tidur, seperti berjalan sambil tidur
  • mengalami kelemahan otot tiba-tiba saat marah, takut, atau tertawa
  • sulit menggerakkan tubuh saat pertama kali bangun.
Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved